Siswa SMAN 1 Pasangkayu Keluhkan Menu MBG Ramadan, Dinilai Kurang Bergizi
Nurhadi Hasbi February 24, 2026 11:47 AM

 

TRIBUN-SULBAR.COM, PASANGKAYU - Sejumlah siswa SMAN 1 Pasangkayu mengeluhkan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan selama bulan Ramadan.

Mereka menilai menu yang diberikan masih kurang bergizi dan kurang menarik untuk dikonsumsi saat berbuka puasa.

Menu MBG yang dibagikan baru-baru ini berupa makanan kering seperti telur, kurma, kacang-kacangan, serta roti.

Namun, menu tersebut dinilai belum memenuhi kebutuhan gizi siswa, terutama karena tidak disertai susu sebagai pelengkap nutrisi.

Baca juga: 15 Dapur Makan Bergizi Gratis di Pasangkayu, Hanya Satu Kantongi SLHS

Baca juga: Menu MBG Ramadan di Polman Isi Roti, Tahu, Kurma dan Abon, Siswa Bawa Pulang untuk Buka Puasa

Mewakili sejumlah siswa, Ketua OSIS SMAN 1 Pasangkayu, Ali Farhan, mengatakan menu MBG selama Ramadan kurang diminati oleh mayoritas pelajar.

“Menurut saya, menu ini kurang menarik dan juga kurang bergizi. Tidak ada susu sebagai penambah gizi,” ujar Ali Farhan saat ditemui di sela-sela kegiatan belajar, Selasa (24/2/2026).

Ia menambahkan, pada masa pertumbuhan seperti jenjang SMA, asupan gizi sangat penting untuk menunjang kesehatan dan konsentrasi belajar.

“Apalagi kami ini masih dalam masa pertumbuhan. Kami sangat butuh susu untuk tambahan nutrisi,” katanya.

Siswa Minta Variasi Menu dan Tambahan Susu
Selain itu, beberapa siswa juga mengaku ada menu yang dinilai kurang layak dikonsumsi saat berbuka puasa.

Kacang-kacangan yang dibagikan disebut memiliki tekstur cukup keras sehingga kurang nyaman dimakan setelah seharian berpuasa.

“Kalau kacang-kacangan teksturnya sangat keras. Telur dan rotinya terasa biasa saja, karena tidak ada susu yang menemani makanannya,” tambahnya.

Menurut Ali, mayoritas siswa memilih tidak mengonsumsi menu MBG saat waktu berbuka karena merasa kurang cocok dengan selera maupun kebutuhan mereka.

“Banyak yang tidak makan menu MBG saat berbuka, karena memang tidak cocok untuk kami,” ungkapnya.

Ia pun memberikan sejumlah masukan agar menu MBG dapat lebih variatif dan menarik.

Menurutnya, di beberapa daerah lain terdapat inovasi menu seperti roti dengan variasi rasa, bahkan menyerupai pizza, serta tambahan susu dalam paket berbuka.

“Kurma saya sudah setuju, itu memang bagus untuk berbuka. Tapi kalau bisa buahnya divariasikan setiap hari supaya tidak bosan. Tambahkan juga susu agar gizinya lebih lengkap,” ujarnya.

Para siswa berharap pihak penyelenggara program MBG dapat mempertimbangkan masukan tersebut.

Sehingga menu yang diberikan selama Ramadan benar-benar memenuhi kebutuhan gizi pelajar sekaligus tetap diminati untuk dikonsumsi saat berbuka puasa.(*)

Laporan wartawan Tribun-Sulbar.com Taufan

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.