Siapa Aryo Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas yang Mau Kembalikan Dana LPDP Miliaran? Ini Faktanya
Musahadah February 24, 2026 01:32 PM

 

SURYA.CO.ID - Aryo Iwantoro, suami  Dwi Sasetyaningtyas siap mengembalikan dana beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) yang telah diterimanya selama menjalani pendidikan S3 di luar negeri. 

Kesanggupan Aryo Iwantoro ini diungkapkan Sudarto, Direktur Utama LPDP seusai memanggil suami Dwi Sasetyaningtyas pada Senin (23/2/2026). 

"Tentu salah satunya sanksinya adalah mengembalikan dana pendidikannya dan ini sudah disanggupi oleh Saudara AP," kata Sudarto dikutip dari tayangan Metro TV pada Senin (23/2/2026). 

Selain itu, AP juga disanksi tidak akan diikutkan kembali untuk program-program LPDP ke depan.

"Kami perlu tegaskan agar selalu memisahkan antara urusan keluarga, individu dengan urusan tata kelola. Kan ini dana amanah, jadi peraturan kami laksanakan secara adil fair untuk menjaga bahwa ini adalah dana amanah dana kepercayaan dari ya seharusnya sudah bisa membedakan mana yang menjadi hak individu dan kewajibannya sebagai penerima ataupun bertanggung jawab kepada negara," tegasnya. 

Baca juga: Sosok Sudarto Dirut LPDP yang Memproses Sanksi Suami Dwi Sasetyaningtyas Imbas Tak Mau Anak Jadi WNI

Lalu, berapa dana yang harus dikembalikan AP? 

Tribunnews.com mencoba untuk menghitung perkiraan dana beasiswa LPDP yang akan dikembalikan Arya.

Adapun seluruh rincian nominal bantuan mengacu pada Buku Panduan Pencairan Keuangan Beasiswa 2025 yang diterbitkan oleh LPDP dan Kemenkeu.

Total dana beasiswa yang dihitung hanya bantuan biaya hidup bulanan, bantuan dana tesis dan disertasi, bantuan dana asusransi, bantuan buku, dan bantuan publikasi jurnal internasional.

Sementara bantuan lain seperti biaya transportasi, biaya penelitian, dan biaya seminar atau konfernsi tidak masuk hitungan.

Sebagai informasi, bantuan beasiswa yang diterima Arya hanya saat dirinya menempuh pendidikan magister dan doktoral saja.

Sementara saat menempuh pendidikan sarjana di jurusan Teknik Kelautan Institut Teknologi Bandung (ITB), menggunakan biaya mandiri.

Arya merupakan lulusan magister di Utrecht University, Belanda pada tahun 2016. 

Lalu, ia melanjutkan pendidikan doktoralnya di universitas yang sama dan lulus pada tahun 2022 dengan gelar PhD.

Terkait bantuan beasiswa LPDP selama menempuh pendidikan magister, Arya menerima dana sebesar Rp1,29 miliar.

Adapun rinciannya yaitu bantuan biaya pendidikan magister yang diperkirakan sebesar Rp496 juta.

Biaya ini mengacu bagi mahasiswa non Uni Eropa untuk masa studi 2025-2026.

Sehingga, ada kemungkinan bahwa biaya pendidikan Arya saat mendaftar berbeda.

Adapun Arya menerima bantuan untuk hidup bulanan sebesar Rp712 juta.

Hitungan di atas berasal dari asumsi bahwa Arya lulus magister selama dua tahun. 

Lalu, berdasarkan buku panduan LPDP, mahasiswa penerima beasiswa yang menempuh pendidikan di Belanda, maka akan menerima biaya hidup sebesar 1.500 euro atau setara dengan Rp29,7 juta (kurs Rp19.842) tiap bulannya.

Selain itu, dirinya juga menerima bantuan dana tesis sebesar Rp30 juta, bantuan asuransi, Rp29 juta, bantuan buku Rp20 juta, dan bantuan publikasi jurnal internasional Rp25 juta.

Untuk bantuan buku, bagi penerima beasiswa yang mampu menyelesaikan studinya selama 18 bulan atau kurang, maka akan menerima satu kali bantuan sebesar Rp10 juta.

Sementara, Arya masuk kategori kedua yakni penerima bantuan yang menempuh pendidikan selama 18-29 bulan. Sehingga bantuan buku yang diterima yakni sebanyak dua kali.

Selanjutnya, total bantuan yang diterima Arya saat menempuh pendidikan doktoral mencapai Rp1,24 miliar.

Berdasarkan penjelasan di laman Utrecht University, bagi mahasiswa doktoral yang diterima seperti Arya, maka tidak dibebani biaya kuliah.

Pasalnya, mayoritas pendidikan tinggi di Belanda termasuk Utrecht University, menganggap mahasiswa doktoral sebagai karyawan (PhD candidate). 

Sehingga, mahasiswa justru menerima gaji ketika diterima.

Lalu biaya hidup selama menempuh pendidikan doktoral yang diterima Arya mencapai angka sebesar Rp1,06 miliar.

Hitungan di atas dengan asumsi Arya mampu menyelesaikan pendidikannya selama tiga tahun.

Lalu, ia juga menerima bantuan lain berupa dana disertasi sebesar Rp120 juta, dana asuransi Rp29 juta, biaya buku senilai Rp30 juta, dan biaya publikasi jurnal internasional Rp25 juta.

Nominal terkait biaya buku berdasarkan masa studi Arya yakni selama tiga tahun atau 36 bulan.

Di mana masuk dalam kategori ketiga yakni dengan masa studi antara 30-41 bulan.

Sehingga ketika dijumlahkan, total dana beasiswa LPDP yang harus dikembalikan Arya sebesar Rp2,53 miliar.

Namun, hitungan tersebut belum termasuk bunga yang harus dibayarkan seperti yang disampaikan oleh Menteri Keuangan Purbaya.

Siapa Aryo Iwantoro hingga sanggup membayar dana tersebut? 

Arya Iwantoro adalah alumni S-1 Teknik Kelautan di Institut Teknologi Bandung (ITB) tahun 2013.

Arya diketahui berasal dari keluarga yang cukup dikenal di ranah birokrasi dan sektor pertanian tanah air.

Ayah Arya Iwantoro adalah Syukur Iwantoro, yang pernah menjabat sebagai Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian.

Setelah lulus dari ITB, Arya Iwantoro melanjutkan studinya di luar negeri dengan bantuan dana abadi pendidikan yang bersumber dari pajak rakyat melalui beasiswa LPDP.

Dikutip dari akun LinkedIn-nya, Arya mengambil S-2 di Utrecht University, Belanda, dan lulus pada 2016.

Gelar yang ia dapatkan saat lulus S-2 adalah Master of Science (M.Sc.).

Di universitas yang sama, Arya Iwantoro menempuh studi S-3, lulus pada 2022 dan meraih gelar Ph.D.

"Morphodynamics of Channel Networks in Tide-Influenced Deltas" adalah judul disertasi Arya saat mengenyam pendidikan S3.

Setelah itu, Arya melanjutkan kariernya sebagai peneliti postdoktoral di University of Exeter, Inggris, pada 2022 hingga 2024.

Menetap di Inggris, Arya saat ini tercatat sebagai Senior Research Consultant di School of Biological and Marine Sciences University of Plymouth, Inggris.

Sejak Januari 2025, ia sudah tergabung di dalam universitas tersebut.

Namun, saat ini akun LinkedIn milik Arya Iwantoro sudah hilang atau tidak dapat diakses.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.