TRIBUNNEWS.COM - Wilayah Provinsi Bali sejak dua hari terakhir dilanda cuaca ekstrem, di mana hujan dengan intensitas tinggi disertai angin kencang dan petir atau kilat.
Hujan dengan intensitas rendah hingga tinggi konsisten terjadi merata hampir di seluruh Bali sejak Minggu (22/2/2026) hingga hari ini Selasa (24/2/2026).
Berdasarkan informasi resmi dari BPBD Bali hari ini, hujan terjadi di beberapa wilayah sejak 12 jam terakhir hingga pagi pukul 06.00 Wita di daerah Kota Denpasar, Kabupaten Gianyar, Kabupaten Bangli, Kabupaten Klungkung, Kabupaten Karangasem, Kabupaten Badung, Kabupaten Tabanan, dan Kabupaten Jembrana, sedangkan di Kabupaten Buleleng berawan.
Penyebab cuaca ekstrem
Mengutip TribunBali, Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Denpasar mengatakan, bulan Februari menjadi puncak musim hujan.
Selanjutnya, massa udara cukup basah hingga lapisan atas, serta terbentuknya daerah konvergensi dan belokan angin di sekitar wilayah Bali menyebabkan perlambatan massa udara dan mendukung pertumbuhan awan-awan hujan.
Cuaca ekstrem seperti ini masih akan terjadi di Bali beberapa hari ke depan.
“Berdasarkan data model, masih ada potensi hujan beberapa hari ke depan, di mana hujan bisa terjadi di sebagian besar wilayah Bali,” ujar Prakirawan BBMKG Wilayah III Denpasar, Luh Eka Arisanti pada Senin (23/2/2026).
“Kami himbau juga masyarakat selalu update informasi resmi yang dirilis oleh BMKG,” imbuh Luh Eka.
Baca juga: Prakiraan Cuaca Bali Hari Ini, 24 Februari 2026: Wisata Pantai Hujan Seharian, Tabanan Hujan Petir
Banjir di Denpasar
Berdasarkan data yang dihimpun Tribun Bali, hujan lebat yang mengguyur sejak Senin malam pukul 00.30 Wita hingga Selasa dini hari mengakibatkan banjir di 33 titik di Kabupaten Denpasar.
Sekretaris BPBD Kota Denpasar, Anak Agung Surya Kencana mengatakan, Sanur menjadi lokasi terbanyak terendam banjir.
Banjir terparah terjadi di Jalan Griya Anyar arah simpang Dewa Ruci dengan ketinggian air mencapai 80 cm.
BPBD Kota Denpasar mencatat kawasan Sanur sebagai wilayah paling terdampak, dengan genangan air mencapai lutut orang dewasa di beberapa lokasi.
Wilayah Sanur yang terendam meliputi By Pass Ngurah Rai No. 259, Jalan Sekuta (Gang Mangga dan Gang Agung), Jalan Pungutan (Gang Jasmin/Starling Villa), Jalan Pengiasan Gang III, Jalan Bumi Ayu, dan Jalan Muktisari No. 4.
Genangan juga merendam rumah warga di Jalan Tukad Balian (Gang Babakan Sari), Jalan Tukad Nyali (Gang V), Jalan Tukad Pancoran (Gang 4), Jalan Tukad Bilok (Gang Sekumpul), dan Jalan Tukad Petanu (Gang Nuri).
Kawasan Sidakarya dan Sesetan turut terdampak, termasuk Jalan Kerta Dalem Sari (Gang Kayu Santen dan Gang 4), Jalan Raya Sesetan (Gang Pantusari dan Gang Mali-Mali), serta Jalan Batur Sari (Br. Betngandang).
Di Jalan Danau Tondano, genangan terjadi di Gang Potlot dan Gang Tegeh Agung.
Denpasar Barat mencatat banjir di Jalan Pulau Ayu Selatan (Gang I), Jalan Pulau Saelus II (Gang Kenanga dan Gang Mawar), serta Jalan Pulau Demak dari Gang 1 hingga Gang 4.
Kawasan Pemogan juga terdampak, meliputi Jalan Taman Pancing Timur (Gang Lestari), Jalan Mekar 2 (Blok A12), dan Jalan Kepaon Indah (Blok C, Banjar Taruna Bineka). Genangan air juga masuk ke Perumahan Padmayana (Blok C) di Jalan Imam Bonjol.
Denpasar Utara dan Timur tidak luput dari banjir, dengan titik genangan di Jalan Tegal Wangi (Gang Tegal Jaya), Jalan Antasura (Gang Tunjung), Jalan Akasia 16 (Gang Pudak), dan Jalan Gunung Sampang.
Selain banjir, dilaporkan pula kerusakan tanggul sungai di Jalan Siulan, Gang Lely No. 88 yang memperparah aliran air ke pemukiman.
BPBD Kota Denpasar terus melakukan penanganan di lapangan, mengutamakan wilayah yang mengganggu akses warga.
Meski genangan meluas, tidak ada laporan korban jiwa dalam kejadian ini.
Baca juga: Banjir dan Cuaca Ekstrem Melanda Lombok Barat, Bima serta Banyumas: 1.500 Jiwa Lebih Terdampak
Pohon tumbang di Gianyar
Cuaca ekstrem yang melanda Gianyar menyebabkan banyak kejadian pohon tumbang, terutama di Banjar Mulung, Desa Sumita.
Insiden pertama terjadi saat pohon kelapa menimpa tiang listrik di tengah hujan deras.
Tak lama kemudian, pohon lain tumbang dan menghantam rumah warga yang sedang sakit, namun berhasil menyelamatkan diri.
Tim Reaksi Cepat BPBD Gianyar bersama TNI dan Polri langsung turun tangan.
Saat penanganan berlangsung, laporan baru masuk dari Desa Tulikup, di mana pohon tumbang menutup akses jalan di kawasan Siyut.
Petugas bekerja keras membersihkan jalur agar lalu lintas kembali normal.
Laporan tambahan datang dari Ubud, tepatnya di barat Jembatan Payogan menuju Desa Keliki, serta dari wilayah Tampaksiring di mana penjor besar roboh menimpa kabel listrik.
Di Desa Ketewel, Sukawati, pohon tumbang menyebabkan kilatan api saat menyentuh jaringan listrik PLN, memicu kepanikan warga.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Gianyar, I Gusti Ngurah Dibya Presasta, menyatakan bahwa tim masih bekerja di lapangan karena banyaknya laporan pohon tumbang.
Prioritas penanganan diberikan pada lokasi yang mengganggu akses umum.
Ia menegaskan bahwa tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.
"Astungkara tidak terdapat korban jiwa, saat ini tim kami, bersama personil kepolisian dan TNI tengah bekerja di lapangan, melakukan proses evakuasi," ujar Dibya.
Data titik bencana di Bali
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bali melaporkan upaya penanganan dampak cuaca ekstrem pada Selasa (24/2/2026) pukul 12.00 Wita.
Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Bali, I Gede Agung Teja Bhusana Yadnya melaporkan data kejadian di 76 titik, banjir di 42 titik, tanah longsor di 5 titik, tanggul jebol di 1 titik, angin puting beliung di 1 titik, pohon tumbang 2 titik, senderan jebol di 4 titik.
Dengan sebaran di Kabupaten/Kota :
1. Gianyar: 5 titik (4 titik pohon tumbang dan 1 titik tanah longsor)
2. Buleleng: 4 titik (2 titik pohon tumbang dan 2 titik tanah longsor)
3. Tabanan: 5 titik (2 titik pohon tumbang, 2 titik banjir, 1 titik tanah longsor)
4. Denpasar: 36 titik (30 titik banjir, 2 titik pohon tumbang, 1 titik tanggul jebol, 1 titik angin puting beliung, 1 titik tanah longsor, 1 senderan jebol)
5. Badung: 12 titik (10 titik banjir dan 2 titik pohon tumbang)
6. Klungkung: 1 titik pohon tumbang
7. Jembrana: 1 titik pohon tumbang
8. Karangasem: 12 titik (9 titik pohon tumbang, 3 senderan jebol)
(Tribunnews.com/Isti Prasetya)