Laporan Wartawan TribunLombok.com, Robby Firmansyah
TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM – Buntut mutasi yang dilakukan beberapa waktu lalu di lingkup Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), sejumlah pejabat di eselon III dan IV terpaksa harus kehilangan jabatannya.
Salah satu yang terdampak yakni Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB, Ahmad Yani. Ia mengaku jabatan tersebut sudah diemban oleh orang lain.
Yani mengatakan saat ini dia belum mengetahui di mana posisi dan sebagai pegawai di instansi apa, sebab sampai saat ini dia belum menerima Surat Keputusan (SK) terkait statusnya tersebut.
"Belum ada SK, belum ada penerapan sejak hari Jumat (20/2/2026), sudah empat hari," kata Yani.
Yani mengaku tidak mengetahui bahwa jabatan yang diemban selama ini digantikan orang lain. Ia mengatakan saat datang ke kantor sudah ada orang yang memegang jabatan Sekban tersebut.
"Begitu saya masuk kantor, tiba-tiba sudah ada yang duduk di meja tempat saya ngantor," kata Yani.
Baca juga: Mutasi sebagai Momentum Konsolidasi Kebijakan: Catatan Birokrasi NTB Memasuki Tahun Kedua
Saat pelantikan yang berlangsung di Ruang Rapat Tambora pada Jumat lalu, Yani mengaku tidak mengetahui jika dirinya terdampak mutasi tersebut hingga harus dinonjobkan.
"Apakah ada pelantikan atau tidak, tiba-tiba kita dipindahkan," kata Yani.
Terpisah, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD), Tri Budiprayitno menyampaikan, mutasi yang dilaksanakan beberapa waktu lalu menyesuaikan dengan perampingan Struktur Organisasi dan Tata Kelola (SOTK) baru.
Sehingga tidak dapat dipungkiri adanya pejabat yang kehilangan jabatan karena adanya pengurangan formasi tersebut.
"Mutasi kali ini adalah mutasi yang juga menyesuaikan dengan adanya perampingan organisasi. Sehingga tak dapat dihindari adanya pejabat yang terdampak atas berkurangnya formasi jabatan yang ada," kata Yiyit, sapaan akrabnya, Selasa (24/2/2026).
Lebih lanjut Yiyit menjelaskan, untuk eselon III ada 71 jabatan yang berkurang, sementara untuk eselon IV ada 122 jabatan yang berkurang akibat penerapan SOTK baru.
Mantan Kadis Pemuda dan Olahraga tersebut mengatakan, ada beberapa pejabat yang sudah berkoordinasi untuk beralih ke jabatan fungsional.
Beberapa pejabat yang dinonjobkan itu juga kata Yiyit merupakan pejabat yang berasal dari fungsional maupun yang memiliki persyaratan sebagai fungsional seperti guru, perawat, analis kebijakan, perencanaan, dan lain-lain.
Dalam mutasi beberapa waktu lalu, sebanyak 392 pejabat eselon III dan IV yang dilantik, sehingga untuk saat ini sudah tidak ada lagi jabatan tersebut yang lowong.