TRIBUNLOMBOK.COM – Dari sekian banyak deretan kue basah di pasar takjil Kota Bima, Bingka Dolu selalu menempati posisi istimewa.
Kue tradisional ini bukan sekadar camilan manis, melainkan kudapan legendaris yang membawa cita rasa kemewahan istana ke meja makan warga saat berbuka puasa.
Dahulu, Bingka Dolu merupakan hidangan eksklusif para Sultan Bima. Kini, warisan kuliner kerajaan ini telah bertransformasi menjadi takjil paling dicari karena teksturnya yang sangat lembut dan rasa manis legitnya yang mampu memulihkan energi setelah seharian menahan lapar.
Rahasia kelezatan Bingka Dolu yang membuat warga Bima rela mengantre terletak pada komposisinya. Terbuat dari campuran tepung terigu, gula, dan santan kental yang melimpah, kue ini menghasilkan rasa gurih yang dominan.
Aroma khasnya yang wangi didapat dari penggunaan air pandan dan daun suji alami. Sejak gigitan pertama, teksturnya yang lembut seolah lumer di mulut, memberikan sensasi kenyang yang nyaman bagi perut yang kosong.
Meskipun kini mudah ditemukan di lapak takjil pinggir jalan, Bingka Dolu tetap menjaga martabatnya sebagai sajian penting dalam upacara adat, seperti penobatan Sultan hingga perayaan budaya. Bagi masyarakat Bima, menyajikan Bingka Dolu saat berbuka puasa seolah membawa nuansa perayaan festival ke dalam rumah.
Jika Anda tidak sempat berburu ke pasar, Anda bisa menghadirkan takjil "Sultan" ini di dapur sendiri. Berikut adalah resep praktisnya.
Bahan-bahan
500 gram tepung terigu
8 butir telur
400 gram gula pasir
5 gelas santan kental
1 gelas air pandan dan daun suji
½ sendok teh garam
Minyak atau mentega secukupnya (untuk olesan)
Langkah Membuat