Oknum Brimob Diduga Aniaya Siswa MTs hingga Tewas di Tual, Aktivis Jabar Desak Pemecatan
Muhamad Syarif Abdussalam February 24, 2026 08:28 PM

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Aktivis dari Jawa Barat, Indrajidt Rai Garibaldi, yang dikenal selalu eksis dalam pergerakan rakyat di Indonesia menyampaikan keprihatinan mendalam atas peristiwa meninggalnya AT (14). AT merupakan siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs) yang dianiaya seorang anggota Korps Brimob berinisial Bripda MS di wilayah Tual, Maluku.

"Pelaku yang menyebabkan tewasnya anak sekolah di Maluku itu wajib mendapatkan proses hukum dan sanksi yang sesuai. Pelaku harus disidang etik dengan ancaman pemecatan dari kepolisian," katanya yang merupakan Ketum Literasi Pemuda Berdikari, Selasa (24/2/2026) di Bandung.

Lebih lanjut, Rai menyebut pada prinsipnya di negara hukum ini tidak ada orang yang kebal akan hukum, termasuk aparat penegak hukumnya jika memang dia melanggar hukum.

"Segerakan pemecatan atau akan ada gelombang sipil yang akan melakukan aksi-aksi solidaritas di seluruh tanah air. Kami warga sipil adalah pemilik kedaulatan rakyat sebagaimana tertuang dalam UUD 1945," ujarnya seraya mendorong institusi kepolisian segera melakukan upaya dalam berbagai aspek penting, mulai pola rekrutmen, pendidikan, disiplin, hingga pengawasan internal.

Pelaku ini merupakan seorang anggota Kompi 1 Batalyon C Pelopor Satuan Brimob Polda Maluku berinisial MS yang diduga menganiaya bocah 14 tahun hingga meninggal. Kejadian itu terjadi di ruas Jalan RSUD Maren Hi Noho Renuat, Desa Fiditan, Kecamatan Pulau Dullah Utara, Kota Tual, Maluku, Kamis (19/2/2026).

Saat kejadian, korban sedang berboncengan sepeda motor dengan kakaknya, Nasri Karim (15), siswa kelas X MAN Maluku Tenggara. Kejadian berawal ketika kedua bersaudara itu melintas di ruas jalan tersebut setelah melaksanakan Salat Subuh.

Tiba-tiba terduga pelaku menghentikan mereka dan diduga langsung memukul korban menggunakan helm sampai terjatuh dari motornya.

Nasri Karim menceritakan oknum Brimob itu melompat dan memukul adiknya dengan helm. Akibatnya, korban terjatuh dengan posisi menyamping dan terseret beberapa meter di atas aspal.

"Adik saya masih sempat sadar, tapi alami pendarahan dari mulut dan hidung serta benturan di bagian belakang kepala. Adik pun dibawa ke RSUD Karel Sadsuitubun. Tapi, sekitar pukul 13.00 WIT, korban dinyatakan meninggal dunia," katanya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.