Ketum FFI Ungkap Rahasia Konsistensi Prestasi Timnas Futsal Indonesia di Kancah Internasional
Hasiolan Eko P Gultom February 24, 2026 08:30 PM

Ketum FFI Ungkap Rahasia Konsistensi Prestasi Timnas Futsal Indonesia di Kancah Internasional

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Abdul Majid

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Timnas Futsal Indonesia benar-benar menunjukkan tajinya di kancah internasional.

Dimulai dari keberhasilan menjuarai Piala AFF 2024, tim besutan Hector Souto itu kemudian melanjutkan prestasi dengan meraih medali emas SEA Games Thailand 2026.

Baca juga: Kejutan Daftar 25 Pemain Timnas Indonesia di Piala AFF Futsal 2026, Langkah sang Juara Bertahan

Kualitas M. Iqbal dan kawan-kawan, semakin diakui dunia setelah Timnas Futsal Indonesia mampu melangkah hingga partai final dan menjadi runner-up Piala Asia 2026.

Atas capaian itu, Indonesia kini menempati peringkat ke-15 dunia dalam futsal dengan raihan 1.288,54 poin.

Hal itu menunjukkan perkembangan yang kompetitif di level internasional

Ketua Umum Federasi Futsal Indonesia (FFI), Michael Victor Sianipar, menyebut bahwa rentetan prestasi yang diraih skuad Garuda merupakan hasil kerja keras para pemain, pelatih, serta seluruh pihak yang terlibat dalam ekosistem futsal nasional.

Menurutnya, para pengurus federasi sebelum dirinya juga memiliki peran besar dalam membangun fondasi futsal Indonesia hingga bisa mencapai level seperti saat ini.

“Inilah kenapa di Federasi Futsal Indonesia kami punya filosofi yang selalu saya sampaikan berulang-ulang, yaitu futsal Indonesia milik semua orang. Futsal Indonesia bukan hanya milik federasi,” ujar Michael dalam podcast bersama Tribunnews, Selasa (24/2/2026).

Ia menegaskan, keberadaannya saat ini hanyalah bagian dari sebuah proses panjang yang telah dibangun oleh banyak pihak sejak bertahun-tahun lalu.

“Hari ini kebetulan kami berada di federasi, dan hari ini kebetulan saya berada di posisi sebagai Ketua Umum FFI. Sebelum saya, sudah ada orang-orang yang berjasa. Setelah saya, juga akan terus ada,” lanjutnya.

Michael menilai, menjaga konsistensi prestasi dan memastikan futsal Indonesia terus naik kelas bukan semata tanggung jawab federasi.

Keberhasilan yang diraih saat ini, kata dia, merupakan hasil kerja bersama seluruh komunitas futsal Indonesia.

“Ini adalah peran dari seluruh ekosistem futsal Indonesia. Kita bicara ekosistem, ada klub, akademi, wasit, pelatih, manajer, sekolah, orang tua, hingga keluarga yang mendukung anak-anaknya berlatih futsal dan mendedikasikan hidupnya di dunia futsal,” jelasnya.

Lebih lanjut, Michael menambahkan tanpa kerja kolektif yang berjalan konsisten selama 10 hingga 20 tahun terakhir, Indonesia tidak akan memiliki pemain-pemain berkualitas yang mampu membawa tim nasional menjadi runner-up di level Asia.

“Kalau kita lihat usia pemain-pemain kemarin, rata-rata sudah matang. Bahkan mungkin dua sampai tiga tahun ke depan mereka bisa lebih matang lagi. Di bawahnya juga ada generasi usia 25 tahun yang potensinya sangat besar," pungkasnya.

Karena itu, ia menegaskan bahwa pembinaan tetap menjadi kunci utama.

Menurutnya, sebelum berbicara tentang puncak prestasi, perhatian harus terus diarahkan pada penguatan futsal di level grassroots sebagai fondasi keberlanjutan prestasi futsal Indonesia ke depan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.