SURYA.CO.ID, LAMONGAN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan di Jawa Timur (Jatim) kembali menorehkan prestasi gemilang dalam peta pembangunan daerah nasional.
Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) Kabupaten Lamongan tahun 2025 tercatat menembus angka 3,81 atau masuk kategori tinggi, melampaui rata-rata nasional yang berada di angka 3,50.
Tren positif ini bukan kebetulan semata. Dalam empat tahun terakhir, grafik daya saing Kota Soto terus merangkak naik secara konsisten:
Sertifikat capaian impresif tersebut diterima langsung oleh Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, dari Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Jakarta, Selasa (24/2/2026).
Bupati Yuhronur mengungkapkan, bahwa lonjakan skor IDSD ini tidak lepas dari konsistensi daerah dalam menjaga stabilitas dan iklim investasi.
Menurutnya, ada empat pilar utama yang mendongkrak performa Lamongan tahun ini:
"Peningkatan IDSD Kabupaten Lamongan ditopang oleh empat komponen utama. Di antaranya aspek lingkungan pendukung, Pemerintah Kabupaten Lamongan terus memperkuat infrastruktur serta menjaga stabilitas ekonomi makro daerah," ujar Yuhronur usai menerima penghargaan.
Bupati yang akrab disapa Pak Yes ini menambahkan, arus investasi menunjukkan tren yang sangat positif berkat reformasi perizinan yang dilakukan.
"Di sisi lain, kesempatan kerja juga diperluas melalui inkubasi bisnis, pelatihan vokasi, serta fasilitasi penempatan tenaga kerja," tambahnya.
Pencapaian ini, dinilai sebagai refleksi nyata dari keberhasilan pelaksanaan lima belas program prioritas yang digagas pasangan Bupati Lamongan Yuhronur Efendi dan Wakil Bupati Dirham (Yes-Dirham).
Pada aspek ekosistem inovasi, peran Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) menjadi sangat vital. Budaya inovasi dalam tata kelola pemerintahan terus dipacu, salah satunya lewat agenda Megnotek.
Agenda ini menjadi ruang strategis untuk memastikan setiap teknologi dan inovasi yang lahir benar-benar memberikan dampak langsung bagi masyarakat, menjaga pertumbuhan ekonomi tetap stabil, serta memperkuat harmoni sosial di Lamongan.