TRIBUNPRIANGAN.COM - Ramadan menjadi bulan penuh keberkahan.
Selain ibadah puasa 14-15 jam sehari selama sebulan full, umat muslim disunahkan mendirikan salat sunnah yang hanya ada pada bulan tersebut, yakni Tarawih.
Adapun, salat tarawih adalah ibadah sunnah yang dilakukan secara berjamaah ataupun sendiri pada malam hari setelah salat Isya dan sebelum sholat witir selama bulan Ramadhan.
Waktu salat tarawih merupakan setelah salat Isya sebelum tidur malam.
Dihimpun dari laman NU Online, mayoritas mazhab Syafi'i melaksanakan tarawih sebanyak 20 rakaat dengan 10 kali salam.
Baca juga: Naskah Singkat Ceramah Tarawih 7 Ramadan 1447 H/2026: Ramadan, Madrasah Kesabaran dan Keikhlasan
Sebagian muslim yang mengerjakan tarawih 20 rakaat didasarkan pada hadis Rasulullah yang diriwayatkan oleh al-Baihaqi melalui Ibnu Abbas.
أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يُصَلِّي فِي شَهْرِ رَمَضَانَ فِي غَيْرِ جَمَاعَةٍ عِشْرِينَ رَكْعَةً وَالْوِتْرَ
Artinya: Sungguh Nabi Muhammad saw melakukan salat di bulan Ramadhan tanpa berjamaah sebanyak dua puluh rakaat dan (ditambah) shalat witir
Lantas seperti apa tuntunan sunnah dari sholat khusus dalam bulan Ramadhan tersebut?
Sama seperti salat sunah lainnya, tata cara salat Tarawih tidak jauh berbeda, namun yang membedakan hanya terletak pada niatnya saja.
Baca juga: Teks Ceramah Tarawih Malam ke 6 Ramadan 1447 H/23 Februari 2026: Jalani Puasa Ramadan Tapi Sia-sia
Untuk pelaksanaan salat Tarawih 23 rakaat, penjabarannya 20 rakaat tarawih ditambah 3 witir, yang bagi menjadi 10 kali masing-masingnya 2 rakaat. Berikut tata caranya mengerjakannya :
1. Membaca Niat
Niat Imam:
أُصَلِّي سُنَّةَ التَّرَاوِيْحَ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ اِمَامًا لِلهِ تَعَالَى
Ushallî sunnatat tarâwîhi rak'ataini mustaqbilal qiblati imâman lillâhi ta'âlâ.
Artinya: Saya niat saalat tarawih dua rakaat menghadap kiblat, menjadi imam karena Allah ta'âlâ.
Niat makmum:
أُصَلِّي سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ مَأْمُوْمًا لِلهِ تَعَالَى
Ushallî sunnatat tarâwîhi rak'ataini mustaqbilal qiblati ma'mûman lillâhi ta'âlâ.
Artinya: Saya niat salat tarawih dua rakaat menghadap kiblat, menjadi makmum karena Allah ta'âlâ.
2. Taktakbiratul ihram
3. Membaca doa iftitah
4. Membaca surat Al-Fatihah
5. Membaca surat-surat pendek
6. Ruku'
7. I'tidal atau berdiri untuk melakukan sujud
8. Sujud
9. Iftirasy (Duduk di Antara Dua Sujud)
10. Sujud Kedua
11. Berdiri untuk mengerjakan rakaat yang kedua
12. Membaca surat Al-Fatihah
13. Membaca surat-surat pendek
14. Ruku'
15. I'tidal
16. Sujud
17. Iftirasy (duduk di antara dua sujud)
18. Sujud kedua
19. Tahiyat, membaca dua kalimat syahadat, membaca shalawat Ibrahimi
20. Salam
Baca juga: Naskah Singkat Ceramah Tarawih 5 Ramadan 1447 H/ 2026: Mempuasakan Telinga di Bulan Ramadan
Terdapat dua cara melakukan salat Witir 3 rakaat, yaitu:
Salat witir 3 rakaat dengan 2 rakaat dan 1 rakaat, yaitu 2 kali salam.
Sekaligus 3 rakaat, dengan satu kali salam dan tidak membaca tahiyat awal.
Seperti salat lainnya, salat witir dimulai dari niat. Berikut lafalnya.
1. Witir Satu Rakaat
اُصَلِّى سُنَّةَ الوِتْرِ رَكْعَةً مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً مَأْمُوْمًا لِلهِ تَعَالَى
Ushalli sunnatal Witri rak'atan mustaqbilal qiblati adā'an makmūman lillāhi ta'ālā.
Artinya: "Aku niat sholat sunnah Witir satu rakaat dengan menghadap kiblat sebagai makmum karena Allah SWT."
2. Witir 2 Rakaat
أُصَلِّيْ سُنَّةً مِنَ الْوِتْرِ رَكْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Ushallî sunnatan minal witri rak'ataini lillahi ta'âlâ
Artinya, "Aku niat shalat sunnah witir dua rakaat karena Allah ta'ala."
3. Witir 3 Rakaat
اُصَلِّى سُنَّةَ الْوِتْرِ ثَلَاثَ رَكْعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً (إِمَامًا/مَأْمُوْمًا) لِلهِ تَعَالَى
Ushalli sunnatal witri tsalâtsa raka'âtin mustaqbilal qiblati adâ'an (imaman/makmuman) lillâhi ta'âlâ
Artinya: "Aku menyengaja salat sunnah shalat witir tiga rakaat dengan menghadap kiblat sebagai imam/makmum karena Allah Ta'ala."
(*)