Tradisi Ramadan Masjid Agung Tuban: Ada Kajian Kitab hingga Buka Puasa Bersama
Cak Sur February 24, 2026 09:05 PM

 

SURYA.CO.ID, TUBAN - Masjid Agung Tuban menjadi pusat kegiatan religi selama Ramadan 1447 Hijriah dengan menyediakan ratusan porsi menu berbuka puasa gratis, serta rangkaian kajian kitab setiap harinya bagi para jemaah.

Memasuki waktu menjelang berbuka, masyarakat Kabupaten Tuban, Jawa Timur (Jatim), mulai memadati area masjid untuk mengikuti pengajian rutin yang digelar sekitar satu jam sebelum azan Magrib berkumandang.

Rangkaian Kegiatan Ramadan di Masjid Agung Tuban

Pihak takmir telah menyusun agenda padat untuk melayani jamaah selama bulan suci, mulai dari ibadah wajib hingga kegiatan sosial. 

Berikut adalah rincian kegiatan utama di Masjid Agung Tuban:

  • Kajian kitab rutin yang dilaksanakan satu jam sebelum waktu berbuka puasa.
  • Pembagian 400 hingga 500 porsi takjil dan makanan berat setiap hari.
  • Pelaksanaan shalat Isya dan Tarawih berjamaah yang dilanjutkan dengan tadarus Al-Quran.
  • Kajian kitab kuning yang digelar secara rutin setiap usai shalat Subuh.
  • Kegiatan I'tikaf, shalat hajat, shalat tobat, hingga shalat tasbih pada sepuluh malam terakhir.
RAMADAN 2026 - Suasana jemaah mengikuti pengajian menjelang waktu berbuka puasa di Masjid Agung Tuban, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, selama Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi, Selasa (24/2/2026). Selain pengajian, takmir masjid juga menyediakan ratusan porsi takjil untuk berbuka puasa bersama setiap hari.
RAMADAN 2026 - Suasana jemaah mengikuti pengajian menjelang waktu berbuka puasa di Masjid Agung Tuban, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, selama Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi, Selasa (24/2/2026). Selain pengajian, takmir masjid juga menyediakan ratusan porsi takjil untuk berbuka puasa bersama setiap hari. (Surya.co.id/Muhammad Nurkholis)

Sekretaris Takmir Masjid Agung Tuban, Agus Suryanto, menjelaskan bahwa ketersediaan menu berbuka puasa ini merupakan hasil kolaborasi dengan berbagai pihak.

"Selama Ramadan ada sekitar 400 sampai 500 porsi menu berbuka yang disediakan setiap hari. Jumlahnya hampir sama dengan tahun sebelumnya dan disiapkan secara konsisten sepanjang Ramadan," ujar Agus Suryanto kepada SURYA.co.id, Selasa (24/2/2026).

Hidangan takjil tersebut berasal dari swadaya masyarakat sekitar, kontribusi para pengusaha, hingga bantuan instansi pemerintah setempat.

Puncak Ibadah di Sepuluh Hari Terakhir

Setelah melaksanakan buka puasa dan salat Magrib, aktivitas jemaah berlanjut hingga malam hari dengan agenda yang telah terjadwal rapi oleh pengurus masjid.

"Setelah berbuka salat Magrib, kemudian dilanjutkan Isya dan tarawih, setelah itu ada khatmil Quran," imbuhnya.

Menurut Agus, antusiasme masyarakat diprediksi akan mencapai puncaknya pada sepuluh hari terakhir Ramadan, terutama pada malam-malam ganjil.

"Kalau malam ganjil di sepuluh hari terakhir Ramadan, masjid pasti ramai karena banyak jemaah yang datang untuk shalat malam," ucapnya.

Pada periode tersebut, jumlah jemaah diperkirakan melonjak hingga lebih dari seribu orang yang datang dari berbagai daerah untuk melaksanakan i'tikaf dan salat malam berjamaah.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.