TRIBUNMANADO.CO.ID - Upaya penyelamatan dan rencana penangkaran terhadap buaya liar yang muncul di Pantai Tinggian, Desa Kolongan, Kecamatan Kombi, Minahasa, Sulawesi Utara, pupus sudah.
Satwa predator sepanjang empat meter yang sempat menghebohkan warga pada Minggu (22/2/2026) tersebut dipastikan telah mati.
Kasi Humas Polres Minahasa, Iptu Noldy Mawuntu, mengonfirmasi bahwa kondisi kesehatan buaya tersebut terus menurun setelah berhasil ditangkap oleh warga dan nelayan setempat.
“Iya, informasi dari Polsek Kombi, buaya itu sudah mati beberapa jam setelah penangkapan,” ungkap Noldy pada Selasa (24/2/2026) malam.
Padahal, pihak kepolisian telah melakukan langkah cepat dengan berkoordinasi bersama instansi terkait untuk memindahkan buaya tersebut ke tempat yang lebih layak.
Namun, satwa tersebut mati sebelum tim ahli sempat menanganinya secara medis atau memindahkannya ke lokasi penangkaran.
Kapolsek Kombi, AKP Andris Kasim, menjelaskan kronologi kondisi terakhir buaya tersebut.
Buaya itu sebenarnya sempat bertahan cukup lama sejak pertama kali diikat warga.
“Buaya itu masih bertahan sampai subuh sejak ditangkap, kemudian mati. Sebelumnya, para nelayan sudah memanah atau jubi buaya tersebut sebelum ditangkap, sehingga ada luka di beberapa bagian tubuh,” jelas AKP Andris.
Pihak kepolisian menduga kuat bahwa luka akibat anak panah (jubi) yang menancap jauh di tubuh buaya menjadi penyebab utama hilangnya nyawa satwa tersebut.
Saat ditemukan pertama kali oleh nelayan yang sedang melaut, kondisi fisik buaya memang sudah melemah akibat luka-luka tersebut.
“Di tubuh buaya ada jubi yang tertancap,” kata Kapolsek merujuk pada temuan awal di lokasi.
Meski predator tersebut kini telah tiada dan bangkainya diserahkan kepada masyarakat sekitar, pihak berwenang meminta warga untuk tidak lengah.
Pasca kejadian ini, Polres Minahasa mengimbau para pengelola objek wisata pantai dan masyarakat pesisir di Kecamatan Kombi.
Warga diminta segera melapor ke aparat setempat jika kembali melihat tanda-tanda keberadaan buaya di kawasan wisata.
WhatsApp Tribun Manado: Klik di Sini