Medan (ANTARA) - Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) menyalurkan bantuan pendidikan dan kebutuhan rumah tangga kepada para siswa dan guru pasca-bencana di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng).

"Bantuan pendidikan dan kebutuhan rumah tangga ini disalurkan ke sejumlah sekolah di Tapanuli Tengah," ucap Koordinator Lapangan PMI Sumut Ade Yudiansyah di Tapanuli Tengah, Selasa.

Bantuan tersebut, lanjut dia, diserahkan tim relawan PMI Sumut ke SMP Negeri 4 Sibabangun, SMP Negeri 3 Satu Atap Pinang Sori, dan SD Negeri 155688 Muara Sibuntuon.

Paket bantuan yang diberikan meliputi seragam sekolah, school kit berisi tas, buku tulis, alat tulis, perlengkapan belajar, dan lainnya.

Selain itu, PMI Sumut mendistribusikan kebutuhan rumah tangga guna membantu meringankan beban keluarga siswa dan tenaga pendidik terdampak.

Pihaknya menyampaikan pendidikan merupakan salah satu prioritas utama dalam fase tanggap darurat dan pemulihan pasca-bencana, sebab bencana tidak hanya berdampak pada infrastruktur dan ekonomi, tetapi juga mengganggu proses belajar mengajar serta kondisi psikologis anak-anak.

"Anak-anak adalah generasi penerus yang harus tetap mendapatkan hak pendidikan, meskipun berada dalam situasi sulit," kata Ade.

Menurutnya, banyak di antara siswa dan siswi kehilangan perlengkapan sekolah akibat bencana hidrometeorologi akhir November 2025 yang merendam rumah dan fasilitas pendidikan.

"Kami ingin memastikan mereka kembali ke sekolah dengan semangat baru dan perlengkapan yang memadai," ujar dia.

Kepala SMP Negeri 3 Satu Atap Pinang Sori Hans Hutauruk mengapresiasi atas kepedulian relawan PMI Sumut kepada para siswa dan guru terdampak.

Pihaknya mengatakan bantuan ini sebagai dukungan yang berarti untuk memulihkan semangat belajar siswa dan siswi di Tapanuli Tengah.

"Bantuan ini bukan hanya soal seragam dan alat tulis, tetapi juga perhatian dan kepedulian. Anak-anak diperhatikan, dan tidak sendiri menghadapi situasi ini," kata dia.