Menu Kering MBG Bulan Ramadhan, Orang Tua di Sleman Minta Lebih Banyak Buah
Yoseph Hary W February 25, 2026 12:14 AM

 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Orang tua siswa di Kabupaten Sleman memberikan catatan terkait pelaksanaan menu kering Makan Bergizi Gratis (MBG) di bulan Ramadhan 1447 H. Sembari mengapresiasi keberlanjutan program, orang tua siswa mendesak kepada penyedia jasa agar menambah porsi buah-buahan segar untuk mengimbangi asupan karbohidrat dari menu kering yang didistribusikan tersebut.

Orangtua Siswa di Kalasan, Amelia mengatakan pelaksanaan MBG mulai dibagikan sejak hari pertama masuk sekolah Senin (23/2/2026) kemarin.

Perbanyak buah

Menurutnya, menu kering yang dibagikan sudah cukup lumayan, walaupun tidak ada sayur mayur karena rentan basi. Tetapi unsur protein dinilai sudah terpenuhi. 

"Kalau catatannya mungkin perbanyak aja buahnya di bulan puasa ini. Daripada roti-roti kering yang berpengawet," katanya, Selasa (24/2/2026).

Ia mengungkapkan di hari pertama pembagian MBG, anaknya yang duduk di bangku SMA ini mendapatkan paket MBG berupa telur ayam, karbohidrat dari roti, 4 butir buah kurma dan susu. 

"Semoga ke depan ada lebih banyak variasinya," ujar dia. 

Evaluasi menyeluruh

Orang tua siswa SD di Ngaglik, Baharuddin Kamba meminta kepada Satuan Penyelenggara Pemenuhan Gizi (SPPG) khususnya di DI Yogyakarta segera melakukan evaluasi secara menyeluruh dalam hal distribusi menu kering selama bulan Ramadhan. Terutama kandungan gizi serta kewajaran dari harga yang diterima oleh para siswa. 

"Evaluasi penting dilakukan agar program MBG tetap berjalan sesuai tujuan awal, yakni memastikan asupan gizi yang layak bagi penerima manfaat meskipun dalam suasana Ramadhan," katanya. 

Menurut dia, kenaikan harga bahan pokok dan kebutuhan dapur selama bulan Ramadhan menjadi tantangan  tersendiri. Tak terkecuali masyarakat biasa yang tidak ikut 'cawe-cawe' mengurus MBG. Kendati demikian, kondisi tersebut tidak boleh dijadikan alasan untuk menurunkan kualitas maupun standar gizi termasuk harga dalam program MBG yang jadi sorotan publik, termasuk menjadi sorotan Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto ini. 

"Kami sebagai rakyat pemberi mandat berharap kepada para anggota dewan di masing-masing wilayahnya untuk menjalankan fungsi pengawasannya secara maksimal," kata Kamba yang juga konsern menyoroti persoalan korupsi ini. 

Menu kering 

Sebagaimana diketahui, MBG selama bulan Ramadan 1447 H di Kabupaten Sleman dipastikan tetap berjalan. Namun untuk menyesuaikan ibadah puasa, skema menu diubah dari biasanya nasi, lauk pauk dan buah menjadi makanan kering yang bisa bertahan lama. Meski demikian, menu yang dibagikan ke siswa diharapkan tetap memperhatikan kandungan gizinya, tidak asal-asalan. 

Kepala Seksi Kurikulum dan Kesiswaan SD, Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman, Akhmad Ritaudin telah mengaku tetap memantau program ini, melalui Korwil dan Pengawas. Utamanya adalah menu kering yang dibagikan. Ia mengaku sudah berpesan kepada Korwil maupun pengawas agar program unggulan Presiden ini dikawal.

"Kami minta tolong dikawal, untuk SPPG makanan yang diberikan ke anak agar tetap bergizi. Jangan hanya asal makanan kering, tapi dikawal. Jangan asal roti.Paling tidak ada susunya, dan telur dan ada buah," kata dia.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.