Survei Dompet Digital Ipsos Sebut ShopeePay Ungguli Gopay, Dana dan OVO
Ahmad Sabran February 25, 2026 01:35 AM

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA-  Penggunaan dompet digital (e-wallet) sudah menjadi bagian dari gaya hidup finansial masyarakat Indonesia.

Studi terbaru Ipsos Indonesia bertajuk Digital Wallet Research 2026: User Behavior & Competitive Landscape, menunjukkan dompet digital semakin terintegrasi dalam berbagai kebutuhan transaksi finansial harian, di mana mayoritas masyarakat menggunakan dompet digital untuk belanja online  sebesar 86 persen, pembelian makanan dan minuman 77 % , pembayaran tagihan rutin seperti listrik dan internet 69?n transfer ke rekening bank 68 % . 

Hasil riset juga menunjukkan ShopeePay menduduki peringkat pertama pada indikator utama mengungguli GoPay, DANA, dan OVO, . 

Adapun indikatornya antara lain adalah merek yang paling pertama diingat atau Top Of Mind, 41 % responden memilih ShopeePay, disusul dengan Dana 26 % , GoPay 23 % , OVO 8 % , dan lainnya 2 % .

Kemudian dari indikator dompet digital yang digunakan dalam 3 bulan terakhir, ShopeePay menduduki tertinggi dengan persentase 91 % , disusul dengan GoPay 67 % , Dana 67?n 
OVO 44 % .

Sedangkan dari indikator jumlah frekuensi transaksi menggunakan dompet digital per bulan, responden rerata melakukan 23 kali transaksi per bulan menggunakan ShopeePay, disusul oleh OVO, GoPay, dan Dana. 

Executive Director Ipsos Indonesia Andi Sukma mengatakan, peta persaingan dompet digital di tahun 2025 telah berevolusi dari sekadar meningkatkan awareness menjadi perlombaan pengembangan ekosistem digital dalam satu aplikasi.

"Riset terbaru IPSOS menunjukkan bahwa preferensi pengguna kini berakar pada keamanan sistem dan kedalaman integrasi layanan. Bukan lagi soal siapa yang paling dikenal, melainkan siapa yang paling mampu hadir di setiap titik sentuh kehidupan finansial masyarakat secara mulus yang terintegrasi,” ujarnya dalam keterangan persnya.

Baca juga: Hypernet Kenalkan Our Screen Solution, Layanan Digital Screen untuk Kelola Konten Promosi

Dikatakan Andi, riset terbaru Ipsos mengungkapkan sejumlah faktor utama yang mempengaruhi keputusan masyarakat dalam memilih dompet digital, adapun persebaran preferensinya adalah 

• Promosi yang menarik 

"Dari beragam promo yang ditawarkan, gratis biaya admin (79 % ), cashback (71 % ) dan diskon atau potongan harga (66 % ) menjadi tiga promo dompet digital terfavorit responden. 
Aspek promosi merupakan instrumen penting, tidak hanya dalam meningkatkan daya tarik tetapi juga memperkuat loyalitas pengguna dompet digital," ujarnya. 

Riset Ipsos ini mengungkapkan, ShopeePay menjadi merek dompet digital yang dinilai paling banyak memberikan gratis biaya admin dengan persentase 56 % , diikuti dengan DANA, GoPay, dan OVO.

Selain gratis biaya admin, riset ini memperlihatkan bagaimana cashback juga menjadi salah satu promosi yang paling menarik dalam ekosistem dompet digital karena memberikan manfaat yang terasa langsung dan instan bagi pengguna. 

Posisi ShopeePay semakin diperkuat dengan kedudukannya di peringkat satu sebagai dompet digital yang dinilai pengguna menawarkan promo cashback paling sering dengan persentase 63 % , diikuti dengan GoPay, DANA, dan OVO. Selain itu, pada aspek diskon atau potongan harga juga dimenangkan oleh ShopeePay (65 % ), disusul GoPay, DANA, dan OVO. 

Baca juga: Meski Ada Izin, Lapangan Padel di Perumahan di Jakarta Maksimal Beroperasi hingga Pukul 20.00 WIB

• Terintegrasi dengan aplikasi 

"Dari riset ini terlihat, kompetisi nyatanya tidak hanya terjadi di level promo, tetapi juga upaya-upaya dalam membangun asosiasi mereka yang kuat di benak konsumen melalui berbagai aspek. Dompet digital yang terhubung dengan platform e-commerce serta layanan digital lainnya memiliki peluang lebih besar untuk digunakan secara berulang," jelas dia. 

Mengacu pada hasil survei ini, ShopeePay merupakan dompet digital yang paling sering digunakan untuk transaksi online dengan persentase 68 % , diikuti dengan GoPay (17 % ), DANA (10 % ) dan OVO (2 % ). 

• Banyak digunakan di merchant / toko favorit 

Penggunaan dompet digital tidak hanya dominan dalam transaksi online, tetapi juga semakin kuat di ranah offline melalui QRIS.

Selain penggunaan QRIS, data menunjukkan responden juga menggunakan dompet digital untuk pembelian paket data dan pembayaran tagihan, dengan ShopeePay memimpin dengan perolehan sebesar 53 % didorong oleh promo bebas biaya admin untuk paket data dan pembayaran tagihan, serta token listrik yang lebih terjangkau.

Posisi berikutnya ditempati oleh GoPay, DANA, dan OVO.

• Kemudahan Penggunaan & Keamanan 

Kemudahan penggunaan dan aspek keamanan juga tetap menjadi dua faktor fundamental dalam menentukan pilihan dompet digital. Antarmuka aplikasi yang intuitif, proses transaksi  yang cepat serta navigasi fitur yang sederhana membuat pengguna merasa nyaman dan efisien dalam beraktivitas sehari-hari.

Sedangkan jaminan keamanan menjadi fondasi utama dalam membangun kepercayaan.

Hal ini juga tercermin dalam hasil survei, dimana salah satu tolak ukur adalah bagaimana ShopeePay memimpin pada aspek kemudahan top-up dengan 51 % , diikuti GoPay 46 % , DANA 45?n OVO 40 % . Sementara pada indikator keamanan,  ShopeePay memperoleh nilai terbesar dengan persentase 55 % , diikuti dengan ketiga pemain 
lainnya.

Baca juga: Hindari Harga Tiket Mudik Naik, Pesan Lebih Awal Pakai Fitur DP Tiket 25 Persen

“Promo memang masih menjadi pintu masuk utama, tetapi integrasi ekosistem, kemudahan penggunaan, keamanan serta relevansi terhadap gaya hidup akan menjadi faktor pembeda  jangka panjang. Keunggulan ShopeePay di berbagai indikator menegaskan bahwa selain  insentif promosi, persepsi kemudahan dan keamanan aplikasi dompet digital menjadi pertimbangan nyata dalam mempengaruhi preferensi pengguna. Hal ini menunjukkan bahwa  ShopeePay memiliki fondasi yang kuat dalam membangun kepercayaan sekaligus mempertahankan daya saingnya di industri pembayaran digital,” lanjut Andi.

Ia mengatakan, kelompok yang bertindak sebagai akselerator paling agresif dalam ekosistem dompet digital ini adalah Generasi Z. 

Bukan lagi sekadar pengikut tren, sebagai digital natives yang lahir dengan kemudahan akses internet dalam genggaman, Generasi Z memiliki ekspektasi tinggi terhadap fungsi pembayaran yang dinilai dapat terintegrasi dengan gaya hidup digital.

Berdasarkan data perilaku konsumen terbaru, penetrasi dompet digital dalam kategori Ever Used 3 Months (P3M) mencatatkan, sebanyak 88 % Gen Z memilih ShopeePay sebagai dompet digital yang paling sering digunakan. Diikuti platform lain seperti DANA (72 % ), GoPay (68 % ), dan OVO (47 % ). 

Preferensi tersebut tidak terjadi tanpa alasan. Keputusan Generasi Z memilih dompet digital, dipengaruhi oleh beberapa faktor; aspek kepraktisan (57 % ) dan dompet digital yang menawarkan bebas biaya administrasi untuk berbagai transaksi (49 % ), mulai dari transfer antar-platform, top up saldo, hingga penarikan tunai. Selain itu, fleksibilitas penggunaan yang bisa di berbagai merchant (48 % ) juga menjadi faktor penentu. 

Semakin luas jangkauan layanan digital, semakin dalam pula integrasi dompet digital dalam keseharian generasi muda. Melalui hasil survei, aktivitas transaksi GenZ menggunakan dompet  digital dalam kebutuhan sehari-hari terkonsentrasi pada beberapa alasan utama, baik untuk  Berbelanja Online, Membeli Makanan & Minuman, serta kebutuhan Gaming dan layanan digital seperti pembelian pulsa dan bayar tagihan.

Penggunaan dompet digital oleh Gen Z pada kategori gaming dan layanan digital menjadi area yang semakin menarik untuk ditelusuri. Kategori ini mencakup top-up game, pembelian 
in-game items, hingga kebutuhan pulsa dan paket data, merepresentasikan gaya hidup Gen Z yang serba cepat dan always-on.

Dalam konteks ini, dompet digital tidak lagi sekadar alat pembayaran, melainkan enabler utama yang menyediakan akses cepat 24/7 untuk mendukung konsumsi digital yang real-time dan tanpa hambatan. 

Dalam ekosistem yang bergerak dinamis, metode pembayaran yang mampu mengikuti ritme konsumsi digital menjadi faktor penentu dalam preferensi pengguna, terutama generasi Z. Data menunjukan bahwa untuk kebutuhan top-up game, ShopeePay memimpin dengan 46 % , diikuti DANA 28 % , GoPay 19 % , dan OVO 4 % . Lebih lanjut, ketika ditinjau dari persepsi kemudahan proses top-up, ShopeePay kembali unggul dengan 54 % , kemudian disusul DANA 22 % , GoPay 19 % , dan OVO 5 % . 

Angka ini mengindikasikan bahwa faktor ease of use menjadi determinan utama dalam kategori kebutuhan hiburan seperti gaming dan layanan digital, di mana kecepatan dan kesederhanaan alur transaksi memiliki dampak langsung terhadap pengalaman pengguna.

“Gen Z tidak lagi melihat dompet digital sebagai alat bayar alternatif, melainkan sebagai bagian dari gaya hidup mereka. Siapa pun penyedia layanan yang mampu mengintegrasikan hiburan, seperti gaming, dengan kemudahan transaksi dalam satu klik, dialah yang akan memenangkan pasar dalam dekade ini,” Tambah Andi. 

Pasar pembayaran digital Indonesia kini memasuki fase matang. Persaingan tidak lagi hanya soal fitur, tetapi relevansi dengan kebutuhan harian pengguna. Platform yang mampu memberikan manfaat nyata, baik kemudahan maupun penghematan, akan menjadi pilihan utama konsumen. 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.