Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Luhur Pambudi
TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Terjadi kecelakaan di Surabaya, Jawa Timur, yang melibatkan mobil Mazda MX-5 bernopol L-1467-BAY, Selasa (24/2/2026) sore.
Mobil sport berwarna putih seharga hampir Rp 1 miliar itu, terlibat kecelakaan beruntun dengan sejumlah mobil lain di kawasan Jalan Raya Darmo, Kota Surabaya.
Bahkan, satu mobil jenis MPV Toyota Vellfire bernopol L-1111-NG berpenumpang rombongan tamu sebuah kantor perusahaan agri-food di Kota Surabaya, sempat terguling dalam kecelakaan beruntun tersebut.
Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan tersebut.
Hanya saja, sopir mobil MPV tersebut dikabarkan mengalami luka ringan yakni luka gores pada lengan tangan kanannya.
Pantauan Tribun Jatim Network di lokasi sekitar pukul 16.00 WIB, kondisi mobil MPV Toyota Vellfire tersebut sudah dibalikkan ke posisi semula, lalu diparkir sementara di sebuah bahu jalan tikungan dekat ruas jalan yang menjadi titik kecelakaan.
Belasan polisi sudah berada di lokasi untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Bahkan, petugas Dinas Perhubungan setempat juga sudah bersiap untuk menderek mobil Toyota Vellfire tersebut dengan mengangkat dua roda depannya menggunakan pengait.
Sopir mobil Toyota Vellfire bernopol L-1111-NG, berinisial AS menceritakan, dirinya saat itu mengemudikan mobil bertransmisi matic ini dalam kategori kecepatan cenderung pelan.
Baca juga: Kecelakaan Maut di Bangkalan, Mobil Dinas Polisi Tabrak Honda Vario, Pemotor Tewas di TKP
Mobilnya melintas di lajur ke-2 dari ruas jalan selebar sekitar lima meter tersebut, dari arah selatan kawasan Wonokromo menuju ke arah utara kawasan Tegalsari, Surabaya.
Sebelum tiba di persimpangan empat jalan depan Patung Komjen Pol M Jasin, AS berupaya berpindah lajur ke sisi kanan, karena terpantau dari kaca spion dalam kondisi lengang dan kosong.
Belum juga berhasil bermanuver berpindah lajur secara sempurna, dari arah yang sama atau arah belakang, terdapat mobil Toyota Innova berbodi warna cokelat yang tak diketahui identitas sopirnya.
Mobil Toyota Innova tersebut melaju cenderung berkecepatan kencang bermaksud memangkas lajur yang akan dilalui kendaraan.
Tak pelak, AS mengaku kaget dengan manuver tersebut, dan berupaya menghindari tabrakan dengan membelokkan setir ke arah kiri secara cepat seraya menginjak pedal rem, dalam-dalam.
Baca juga: Kecelakaan Maut di Jember, Yamaha Fazzio dan Yamaha Aerox Adu Banteng, Satu Pengendara Tewas
Nahas, jarak aman antarkendaraan yang terbilang pendek, membuat mobil Toyota Vellfire yang dikemudikan AS menabrak empat kendaraan yang berada di sisi depannya.
Di antaranya yakni Mobil Mazda MX-5 bernopol L-1467-BAY hingga mengalami kerusakan pada velg roda belakang sisi kanan, penyok bodi belakang sisi kanan, dan kaca pecah pada bagian depan sisi kanan.
Kemudian, Mobil Daihatsu Sigra bernopol L-1790-ACL yang mengalami kerusakan pada bagian bodi sisi belakang, dan bagian moncong bodi kap depan.
Lalu, Mobil Mitsubishi Xpander bernopol L-1120-AEF yang mengalami kerusakan penyok bagian bodi sisi belakang.
Dan, terdapat mobil Toyota Innova berbodi warna hitam lain, yang terpantau terlebih dahulu sudah pergi meninggalkan lokasi sebelum petugas polisi tiba.
Baca juga: Kecelakaan Maut di Jombang, Motor Honda CBR Sasak Pesepeda, Nenek 61 Tahun Tewas
Bahkan, bodi mobil yang dikemudikannya sempat terpelanting dan terguling ke sisi kanan, hingga membuat kaca depan sisi kanan pecah dan melukai lengan tangan kanannya.
"Mobil itu sebelah kiri, jalur 2 juga, tapi sebelah saya. Karena sebelah kanan kosong, saya masuk ke kanan, lah yang kanan tadi Innova cokelat enggak mau berhenti, lanjut, akhirnya saya ngerem enggak nututi (cukup) natap (nabrak) Sigra, akhirnya jempalik (terguling). Sigra di depan di samping kiri," ujarnya saat ditemui Tribun Jatim Network di lokasi.
Kemudian, pengemudi Mitsubishi Xpander, Abi menceritakan, mobil Toyota Vellfire menjadi pemicu kecelakaan beruntun yang melibatkan empat mobil lain termasuk mobilnya.
Mobil Toyota Vellfire berada di jalur kanan.
Sedangkan, mobil Mitsubishi Xpander yang dikemudikannya, beserta beberapa kendaraan lain korban tabrakan, berada di jalur kiri atau tepatnya lajur tengah.
Baca juga: 4 Kendaraan Terlibat Kecelakaan di Mojokerto, Truk Terguling Menimpa Motor
"Jadi urutannya saya (Xpander), Sigra, Mazda. Vellfire sing (yang) menabrak. Vellfire itu, di sisi kanan. Kami ada di jalur tengah-tengah," ujar perempuan berambut panjang yang dikuncir ke belakang itu, saat ditemui Tribun Jatim Network di lokasi.
Sebenarnya, di depan mobilnya masih terdapat kendaraan lain yakni jenis MPV diduga Toyota Innova berbodi warna hitam.
Namun, Abi mengungkapkan, mobil yang berada di ujung terdepan rentetan kecelakaan beruntun tadi, tiba-tiba pergi meninggalkan lokasi, tanpa sebab.
"Saya kadung (telanjur) sibuk ngecek kondisi mobil, mobil itu hilang," pungkasnya.
Sementara itu, Anggota Unit Laka Satlantas Polrestabes Surabaya, Ipda Ngadianto mengatakan, terdapat sekitar enam mobil yang terlibat kecelakaan beruntun di Surabaya itu.
Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.
Hanya satu orang sopir Toyota Vellfire berinisial AS mengalami luka ringan pada lengan tangan kanannya.
"Sementara itu dulu, kami masih melakukan penyelidikan di lokasi dan olah TKP," ujar Ngadianto saat ditemui awak media di lokasi.
Sekadar diketahui, Satlantas Polrestabes Surabaya melansir data jumlah kecelakaan beserta fatalitasnya, dalam Analisa dan Evaluasi Kamtibmas Kota Surabaya Tahun 2025, pada Rabu (31/12/2025).
Bahwa jumlah korban meninggal dunia akibat kecelakaan sepanjang tahun 2025 sejumlah 180 orang. Kemudian, korban luka berat sejumlah 12 orang.
Data tersebut menunjukkan tren penurunan fatalitas kecelakaan sekitar satu persen dibandingkan tahun 2024, yakni jumlah korban meninggal dunia 182 orang.
Namun, mengenai data kejadian kecelakaan pada sepanjang tahun 2025 cenderung meningkat dalam persentase 18 persen, dibanding setahun lalu.
Catatannya, tahun 2025 jumlah kecelakaan 1.762 kasus, sedangkan tahun 2024 sejumlah 1.488 kasus.
"Kami mengedepankan (penindakan pelanggaran melalui) E-TLE. Demikian terhadap pelanggaran lalu lintas cukup fatal kami lakukan penilangan," ujar Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Luthfie Sulistiawan di Mapolrestabes Surabaya, pada Rabu (31/12/2025).