Renungan Harian Kristen Mazmur 130:1-2, Tuhan, Dengarkan Permohonanku
Alpen Martinus February 25, 2026 12:22 AM

TRIBUNMANADO.CO.ID- Doa adalah jembatan bagi kita untuk berbicara dengan Tuhan.

Doa biasanya berisi soal pujian, penyembahan, dan permohonan.

Berikut renungan harian Kristen berjudul Tuhan, Dengarkan Permohonanku.

Baca juga: Renungan Harian Kristen Lukas 6: 31, Jangan Hanya Berharap Tapi Lakukanlah

Bacaan Alkitab diambil dalam Mazmur 130:1-2

Pemazmur atau penulis Mazmur 130, tidak diketahui kalau siapa dia.

Alkitab tidak menjelaskan secara nyata dan rinci, siapa Pemazmur bagian ini. 

Namun, jika membaca isi tulisannya, dapat disimpulkan bahwa penulisnya adalah seorang raja. 

Bisa saja Daud, Salomo atau yang lainnya. 

Yang pastinya raja Israel, karena di bagian akhir doa nyanyian ziarahnya, Pemazmur menyebutkan umat Israel. 

Yakni bahwa hanya Allah saja penyelamat dan pembebas serta pembela umat Israel. 

Sehingga seruan ini diungkapkan oleh sang raja kepada Tuhan, baik untuk keselamatan dirinya maupun bangsa Israel.

Dalam seruan doa yang dibawakan dalam bentuk nyanyian, Pemazmur mengungkapkan tentang kondisi dirinya dan tentu sekaligus dengan pergumulan dan penderitaan bangsanya.

Dia menggambarkan dirinya berada dalam jurang yang dalam. 

Artinya dia sedang berada di titik nadir yang paling rendah. 

Dia sangat menderita sengsara karena dosa dan kesalahannya yang membuat dia tersesat dan tertekan dalam bagian bumi yang paling dalam. 

Dia mau menyebutkan bahwa dia sedang dalam keadaan yang sangat memprihatinkan.

Pemazmur dalam kerendahan hati dalam kesesakannya, dia memohon belas kasihan Allah agar berkenan mengulurkan tangan, mengampuni, memulihkan dan menyelamatkan dia bahkan juga bangsanya, Israel.

Dalam kepayahannya, Pemazmur memelas dan memohon dalam kepasrahan dan penuh harapan, agar Allah mengasihani dan membebaskan dia dari sengsaranya yang menyiksa dan menyakitkan itu.

Karena dia tak sanggup lagi menghadapi kenyataan hidupnya yang sangat parah itu.

Dia berseru dan berserah kepada Allah, agar Sang Pemilik Kehidupan mendengarkan suaranya yang berteriak minta tolong kepada-Nya.

Sebab dia menyadari bahwa dia adalah orang berdosa yang tak layak di hadapan Allah, dan bahwa hanya Tuhan saja yang dapat menolong dia dalam jerih juang antara hidup dan mati itu. 

Dia memohon ampun dari dosanya dan mengharapkan pembelaan dari Tuhan.

Sebab tidak ada yang sanggup membela, mengangkat, dan membebaskan mereka dari kungkungan kegelapan jurang maut yang dalam.

Dia berusaha menyentuh hati Allah, sebab dia tahu Allah bukan hanya maha kuasa, tetapi juga maha kasih.

Dia rela dan sanggup melakukan apapun juga untuk menolong dan menyelamatkan dirinya dan bangsanya, Israel. 

Dia berharap agar Allah menaruh perhatian pada kesengsaraan yang terus menekan hidupnya. 

Sebab dia sudah tak sanggup lagi menghadapi penghukuman atau siksa derita yang harus dia dan umatnya tanggung. 

Pemazmur menyadari bahwa sesungguhnya dia tidak layak di hadapan Allah karena lumuran dosa yang dia lakukan.

Dalam kesesakannya dia teringat akan segala dosanya, tetapi dia sungguh percaya Allah maha baik. 

Dia maha pengampun, karena Dia adalah Tuhan dan Juruselamat umat manusia dan Allah selalu merancangkan kebaikan, yaitu damai sejahtera dan kebahagiaan dan keselamatan kekal.

Dia sungguh yakin, oleh kebaikan kasih Allah yang sempurna dan tiada batas, mereka mendapat belas kasihan, diampuni dan diselamatkan-Nya.

Demikian firman Tuhan hari ini.

Nyanyian ziarah. Dari jurang yang dalam aku berseru kepada-Mu, ya TUHAN! 
Tuhan, dengarkanlah suaraku! Biarlah telinga-Mu menaruh perhatian kepada suara permohonanku. (ay 1-2)

Sahabat Kristus, Allah adalah tempat perteduhan, kota benteng perlindungan kita. Dialah tempat kita mengadu dan berserah.

Karena hanya Dia saja yang dapat mengampuni dosa dan menyelamatkan tubuh dan jiwa kita.

Maka datanglah pada-Nya, berseru dan berserahlah pada-Nya.

Tuhan itu maha baik, Dia pasti berkenan kepada kita yang terus hidup dalam dia, pasrah berserah dan mengandalkan Di dalam segala hal.

Sebab Dia tahu apa yang terbaik dalam hidup kita. Puji, sembah dan muliakanlah Dia selamanya. Amin

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.