Man United Favorit Finis di 3 Besar Klasemen Liga Inggris, Nasib Carrick Bisa Tertolong
Muhammad Nursina Rasyidin February 25, 2026 01:57 AM

 

TRIBUNNEWS.COM - Manchester United mulai familiar dengan kemenangan di bawah asuhan pelatih sementara Michael Carrick.

Saat bertandang ke Hill Dickinson kandang Everton, Man United sukses membawa pulang 3 poin setelah gol Benjamin Sesko gagal disamakan oleh tim tuan rumah.

Hasil tersebut menjadi kemenangan kelima Man United dari enam pertandingan sejak Carrick ditunjuk sebagai pelatih sementara hingga akhir musim menggantikan Ruben Amorim.

Perlu diketahui, Man United menjadi tim yang paling banyak meraih poin di Liga Inggris sejak kehadiran carrick di awal tahun 2026.

Kini, yang menjadi pertanyaan adalah, apakah Carrick akan bertahan di posisinya sebagai pelatih kepala Man United pada musim depan?

PELATIH MU - Pelatih interim (magang) Manchester United, Michael Carrick, dalam pertandingan menghadapi Manchester City pada pekan ke-22 Liga Inggris di Stadion Old Trafford, Sabtu (17/1/2026). (Website MU - 17/1/2026)
PELATIH MU - Pelatih interim (magang) Manchester United, Michael Carrick, dalam pertandingan menghadapi Manchester City pada pekan ke-22 Liga Inggris di Stadion Old Trafford, Sabtu (17/1/2026). (Website MU - 17/1/2026) (Manchester United)

Soal kepastian, belum ada yang tahu. Man United memang menggunakan Carrick sebagai opsi hingga akhir musim ini, belum ada obrolan lebih jauh soal masa depan mantan pemain Inggris tersebut.

Tapi, jika performa Man United bisa stabil hingga akhir musim, dan bisa finis di zona Liga Champions apalagi peringkat tiga atau dua, peluang Carrick untuk di angkat sebagai pelatih tetap tentu akan menjadi lebih besar.

Man United kini berada di urutan 4 klasemen Liga Inggris dengan menggeser Chelsea akhir pekan llau.

Setan Merah hanya selisih 3 poin dengan Aston Villa yang berada di urutan 3, dan 8 poin dari Man City yang berada di atasnya.

"Mereka sedang dalam performa yang sangat bagus, saya rasa mereka akan finis di urutan ketiga atau keempat," komentar pundit Liga Inggris, Gary Neville soal performa Man United di acara Monday Night Football, dikutip dari Sky Sports.

"Lihatlah para pemain di lapangan, mereka merayakan kemenangan, mereka tampak dalam suasana hati yang bagus."

"Saya pikir itu akan menjadi langkah besar untuk lolos ke Liga Champions. Ketika mereka memecat seorang pelatih, Anda tidak akan pernah berpikir bisa mengalahkan Arsenal dan Man City dan tim lainnya, tetapi mereka telah mengalahkannya dalam beberapa pekan terakhir," jelasnya.

Baca juga: Manchester United Lupa Caranya Kalah, Jadi Tim Terbaik di Liga Inggris Sejak 2026

Posisi tersebut memang tidak mutlak, tetapi Man United dalam posisi yang ideal.

Hal itu dikarenakan jadwal yang menguntungkan tim Setan Merah.

Di saat Chelsea, Man City, Liverpool, dan Aston Villa masih sibuk dengan jadwal di Eropa dan turnamen lainnya, Man United hanya fokus di Liga Inggris.

Waktu istirahat tim asuhan Michael Carrick juga lebih banyak di antara tim tersebut sehingga bisa dalam kondisi terbaik untuk menjalani pertandingan.

Ya, meskipun mengakhiri musim tanpa trofi, tetapi kembalinya ke Liga Champions untuk musim depan akan sangat berarti bagi Man United dan mungkin untuk Michael Carrick.

Kondisi yang Sama dengan Solskjaer

Man United pernah mengalami masa seperti ini sebelumnya dengan Ole Gunnar Solskjaer pada tahun 2019.

Manajemen memberikan kontrak permanen setelah hasil memuaskan selama 'masa percobaan' sebagai pelatih interim atau sementara.

Namun, itu tak bertahan lama. Solskjaer hanya dua setengah tahun menjadi juru taktik Setan Merah setelah diangkat menjadi pelatih tetap.

Begitu juga yang terjadi pada periode berikutnya di bawah asuhan Erik ten Hag.

"Mereka memilih pelatih muda dan kurang pengalaman dalam dua pilihan terakhir. Solskjaer pernah datang sebelumnya sebagai mantan pemain dan itu tidak berhasil," beber Neville.

"Jadi saya merasa mengurangi risiko sebanyak mungkin adalah pilihan tepat," menurutnya.

Menurut media di atas, setelah Amorim dipecat hanya ada delapan pelatih yang cocok dengan DNA Man United, termasuk Solskjaer.

Tapi karena ia telah menolak tawaran pelatih sementara awal tahun ini jadi peluang tersebut tampaknya sirna.

Nama-nama pelatih yang mencuat dan dinilai cocok dengan Man United adalah Antonio Conte, Unai Emery, Enzo maresca, Gasperini, Eddie Howe, Niko Kovac, Roberto De Zerbi, hingga Fabian Hurzeler dari Brighton.

Marco Silva, Andoni Iraola, hingga Oliver Glasner juga masuk dalam radar Setan Merah.

(Tribunnews.com/Sina)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.