Jakarta (ANTARA) - Sebanyak 16 tim dari delapan kecamatan memeriahkan Festival Bedug 2026 di halaman Parkir Selatan, kantor Wali Kota Jakarta Barat, Kembangan, Selasa.
Tim-tim tersebut mewakili sejumlah seni musik tradisional seperti tari sufi, gambus, hadroh dan lainnya.
Asisten Kesejahteraan Rakyat (Adkesra) Kota Jakarta Barat, Amien Haji mengatakan bahwa Festival Bedug bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi merupakan bagian dari komitmen dalam mengisi dan mewujudkan visi besar Jakarta sebagai kota global yang berbudaya.
“Jakarta bukan hanya pusat pemerintahan dan ekonomi, tetapi juga pusat peradaban yang menjunjung tinggi nilai-nilai budaya, tradisi, dan kearifan lokal," kata Amien di Jakarta, Selasa.
Amien mengatakan, pagelaran Festival Bedug menjadi upaya menjaga warisan budaya sekaligus memperkuat identitas Jakarta Barat.
"Religius, harmonis, dan kaya akan ekspresi seni budaya,” katanya.
Sementara itu, Kepala Suku Dinas Kebudayaan Jakarta Barat, Tonny Bako menyebut Festival Bedug Jakarta Barat 2026 diikuti 16 tim dari delapan kecamatan.
"Peserta Festival Bedug dari delapan kecamatan di Jakarta Barat. Masing-masing kecamatan mengirim dua tim perwakilan. Jadi, total peserta 16 tim," kata dia.
Tonny menjelaskan, nantinya akan dipilih juara I, II, III dan harapan 1-2, dan mendapatkan uang pembinaan dari Sudin Kebudayaan Jakarta Barat.
"Para pemenang akan memperoleh tropi dan uang pembinaan. Juara I, II dan III akan diikutsertakan pada Festival Bedug Tingkat Provinsi DKI Jakarta tahun 2026, sebagai perwakilan resmi dari Kota Administrasi Jakarta Barat,” pungkasnya.







