Sosok Ayah Dwi Sasetyaningtyas Alumni LPDP Viral, Disebut Bukan Orang Sembarangan: Financial Manager
Eri Ariyanto February 25, 2026 05:44 AM

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Ayah Dwi Sasetyaningtyas kini menjadi sorotan publik. Sosoknya viral setelah sang anak membeberkan pernyataan kontroversi.

Dwi Sasetyaningtyas adalah penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) yang menuai perhatian usai banggakan anak yang jadi Warga Negara Asing (WNA). 

Keluarga pun mendapat sorotan, terutama figur ayah yang membesarkan Dwi Sasetyaningtyas.

Menurut informasi, ayahnya dikenal bukan orang sembarangan di lingkungannya. 

Ayah Dwi Sasetyaningtyas disebut menjabat sebagai financial manager.

Dikutip TribunNewsmaker.com dari berbagai sumber, berikut penjelasan lengkapnya.

Baca juga: Menkeu Purbaya Ingatkan Penerima LPDP: Biaya Sekolahmu dari Pajak dan Utang, Maka Jangan Hina Negara

Nama Dwi Sasetyaningtyas, atau yang akrab disapa Tyas, kini tengah menjadi pusat perhatian publik setelah serangkaian unggahannya di media sosial memicu kontroversi luas.

Mantan penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) ini awalnya memicu reaksi keras netizen setelah memamerkan paspor Inggris milik anak keduanya.

Unggahan tersebut disertai dengan pernyataan yang dinilai cukup tajam mengenai status kewarganegaraan. Tyas secara terbuka menyatakan harapannya agar anak-anaknya tidak memegang status sebagai Warga Negara Indonesia (WNI).

"Cukup aku aja yang WNI, anak-anakku jangan," tulisnya melalui akun Instagram pribadinya.

Meski Tyas beralasan bahwa hal tersebut merupakan bentuk kekecewaannya terhadap pemerintah, publik justru menyoroti etika Tyas sebagai alumni beasiswa yang studinya dibiayai oleh pajak rakyat.

Gelombang kritik ini pun akhirnya merembet pada pengulikan jejak digital masa lalunya, termasuk cerita-cerita mengenai hubungan keluarga dan latar belakang ekonominya.

Salah satu cerita yang kembali viral adalah curhatan Tyas mengenai kenangan pahit bersama almarhum sang ayah.

Tyas mengisahkan momen saat dirinya pulang dari Belanda dalam kondisi hamil anak pertama berusia empat bulan.

Saat itu, ia sangat ingin makan sushi, namun permintaannya ditolak mentah-mentah oleh sang ayah dengan nada bicara yang keras.

VIRAL PENERIMA LPDP - Tangkap layar video Dwi Sasetyaningtyas (kiri) yang menyebut tak ingin anaknya jadi WNI (kanan) Logo beasiswa LPDP.
VIRAL PENERIMA LPDP - Tangkap layar video Dwi Sasetyaningtyas (kiri) yang menyebut tak ingin anaknya jadi WNI (kanan) Logo beasiswa LPDP. (Instagram/@sasetyaningtyas)

"Susha sushi terosss, panganan mentah ngono ae lapo seh dituku, larang pisan, gak usah! (Sushi terus, makanan mentah gitu aja kenapa sih dibeli, mahal sekali, tidak usah!)," tulis Tyas menirukan teguran tersebut.

Tyas mengaku hanya bisa terdiam dan tertunduk di dalam mobil mendengar respons tersebut.

Padahal, ia mengaku memiliki niat untuk menraktir keluarga besar karena ia sudah jarang pulang ke Indonesia.

Tyas juga menekankan bahwa penolakan tersebut bukan karena kondisi ekonomi keluarganya yang sulit.

"Padahal aku JARANG BANGET PULANG. Padahal aku tau bapakku punya uang. Padahal aku mau traktir bayarin sekeluarga," lanjutnya dalam unggahan itu.

Terkait kondisi finansial sang ayah, Tyas sendiri pernah mengungkap profesi almarhum dalam sebuah wawancara lawas pada tahun 2019.

Ia menyebut ayahnya adalah seorang profesional di bidang keuangan dengan posisi yang cukup mapan.

"Papa saya adalah seorang Financial Manager, apa-apanya dihitung," ujarnya.

Ia juga mengenang bagaimana sang ayah kerap melatih kemampuan bahasa Inggrisnya dengan menyuruhnya berinteraksi langsung dengan turis asing saat mereka sedang bepergian ke luar kota.

Namun, narasi yang berbeda muncul dalam unggahan Tyas di platform Threads.

Saat berinteraksi dengan netizen, ia justru menggambarkan masa lalunya yang jauh dari kesan mewah.

Tyas menyebut bahwa orang tuanya dulu tinggal di rumah kontrakan yang berlokasi di dalam gang sempit yang tidak terdeteksi oleh peta digital.

Ia menambahkan bahwa kondisi ekonomi keluarganya baru membaik setelah orang tuanya mampu mencicil rumah tapak yang hingga kini menjadi tempat mereka mudik.

Sorotan publik semakin tajam setelah terungkap bahwa Tyas merupakan menantu dari seorang mantan pejabat di Kementerian Pertanian (Kementan).

Fakta ini semakin memperkeruh suasana, terutama ketika dikaitkan dengan kesanggupan suaminya untuk mengembalikan dana beasiswa LPDP yang nilainya ditaksir mencapai Rp2,5 miliar.


(TribunNewsmaker.com/TribunnewsBogor.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.