Laporan Wartawan TribunLombok.com, Rozi Anwar
TRIBUNLOMBOK.COM, SUMBAWA BARAT - Banjir dan longsor menerjang tiga kecamatan yang berada di lingkar tambang, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Nusa Tenggara Barat (NTB) setelah diguyur hujan berkepanjangan, Selasa (24/2/2026).
Tiga kecamatan tersebut yakni Kecamatan Jereweh, Maluk dan Sekongkang. Puluhan rumah warga dilaporkan terendam dengan ketinggian air dari 50 sentimeter hingga 1 meter.
Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumbwa Barat melaporkan, wilayah terdampak paling parah berada di lingkar tambang yaitu di Kecamatan Jereweh.
Genangan air merendam permukiman warga di beberapa desa yakni Desa Belo, Desa Beru dan Desa Goa yang juga merendam fasilitas umum.
Sementara itu, di Kecamatan Sekongkang, banjir mengakibatkan putusnya jembatan penghubung akses wilayah Lingkar Selatan, sehingga aktivitas transportasi warga terganggu.
"Dan di Kecamatan Maluk, genangan air setinggi sekitar 50 sentimeter dilaporkan masuk ke Kantor Camat Maluk," kata Kepala Pelaksana BPBD KSB Abdullah.
Selain Kecamatan Jereweh, banjir juga terjadi di Kecamatan Brang Rea yang merendam sejumlah rumah, yakni Desa Seminar Salit. Hingga kini, pendataan jumlah rumah terdampak masih terus dilakukan.
Sementara di Kecamatan Brang Ene banjir merendam sejumlah rumah warga, lahan pertanian serta fasilitas pendidikan juga mengakibatkan tembok sekolah yang ada di Desa Matayang roboh.
Baca juga: Hujan Deras Picu Longsor di Lombok Barat, Sejumlah Ruas Jalan Amblas
BPBD KSB terus melakukan pemantauan di lokasi terdampak guna mengantisipasi kemungkinan banjir susulan.
"Pihak kami juga tengah melakukan pendataan terhadap jumlah kerusakan serta kerugian material yang ditimbulkan akibat bencana tersebut," jelasnya.
Informasai sementara, belum ada laporan resmi terkait korban jiwa. Warga diimbau tetap waspada mengingat curah hujan masih berpotensi tinggi dalam beberapa hari ke depan.
"Pemerintah daerah juga mengingatkan masyarakat yang tinggal di daerah rawan banjir dan longsor agar segera melapor kepada aparat setempat apabila terjadi peningkatan debit air secara signifikan," pungkasnya.
(*)