BANJARMASINPOST.CO.ID- Pembagian menu Makan Bergizi Gratis (MBG) selama Ramadan 1447 Hijriah memunculkan beragam respons di Kota Banjarmasin.
Makanan kering untuk berbuka puasa dinilai belum sepenuhnya memenuhi ekspektasi sebagian penerima manfaat.
“Sudah jalan sejak Senin (23/2). Selasa (24/2) ini menunya telur rebus, buah, kurma dan bolu kukus,” kata Kepala SMAN 5, Mukhlis Takwin.
Ia mengakui antusiasme siswa terlihat menurun dibanding hari biasa.
“Menurut saya MBG di bulan Ramadan ini sebaiknya ditiadakan dulu. Saya melihat dalam dua hari ini anak-anak tidak terlalu antusias menerima. Bahkan dari pengakuan siswa, ada yang memberikannya lagi ke orang lain,” ungkapnya.
Baca juga: Disebut Seperti Jajanan Warung, Menu MBG di HSU Diprotes, Sekda HSU Koordinasikan dengan SPPG
Jika program tetap dijalankan selama Ramadan, dia menyarankan menu disesuaikan dengan selera anak-anak untuk berbuka puasa serta mempertimbangkan daya tahan makanan hingga waktu magrib.
Sementara Kepala SMPN 2, Aminsyah, mengatakan menu MBG Ramadan disambut baik oleh siswa.
“Di sekolah kami tetap disalurkan. Siswa antusias membawa pulang. Menunya telur rebus, roti, buah dan kurma,” ujarnya.
Menurutnya, sekolah merasa bersyukur program tersebut tetap berjalan meski dalam format berbeda selama Ramadan.
“Mudah-mudahan lebih ditingkatkan lagi,” katanya.
Ia juga berharap ada evaluasi menyeluruh terkait dampak program terhadap pertumbuhan gizi anak.
“Mudah-mudahan ada sinergitas pemetaan pertumbuhan gizi anak sebelum dan sesudah ada MBG, melalui Dinas Kesehatan atau Puskesmas,” tambahnya.
SDN Pengambangan 5 juga mendapat pembagian MGB, Selasa.
Mobil SPPG Benua tampak terparkir di halaman sekolah pada pukul 08.00 Wita.
Guru pun membagikan MBG tkepada seluruh peserta didik. Isi telur, kacang, kurma dan risol.
Ada yang bersorak, namun tak sedikit yang tanpa ekspresi.
Alyssa dari kelas 4B mengaku tidak masalah dengan isian MBG. Namun dia lebih menyukai menu di luar Ramadan terutama ayam kari.
Kepala SDN Pengambangan 5 Wahyu Ekma Pranatalia mengatakan isi MBG ditentukan SPPG.
“Masing-masing SPPG, menunya beda-beda. Tapi mungkin ada standar BGN yang harus mereka penuhi,” ujar Wahyu.
Mengenai rasa, ia mengatakan tergantung selera anak-anak, ada yang suka menu tertentu sementara yang lainnya kurang suka, begitu pula sebaliknya.
Selain siswa, guru juga mendapatkan MBG sejak sebelum Ramadan, sehingga total penerima MBG di SDN Pengambangan 5 berjumlah 361 siswa ditambah 31 guru atau peserta didik.
Meski sejauh ini tidak ada komplain dari peserta didik, Wahyu mengharapkan isi MBG bisa lebih bervariasi khususnya di luar bulan Ramadan.
Orangtua siswa SDN Pengambangan 5, Silvia, mengaku isi yang diberikan berbeda-beda setiap hari.
“Dua hari ini tidak ada susu, dan ada kacangnya, terus buahnya diganti kurma, yang saya bingung kenapa ada kacang, seharusnya bisa yang lebih bergizi untuk anak,” kata dia.
Di SDN Kuripan 2, menunya tidak jauh berbeda. Kepala Sekolah Muhammad Ahmad Syamsuri menerangkan isi MBG pada Selasa ada keju 1 lembar, kacang koro, roti, dan salak.
“Respons anak-anak selama dua hari pembagian MBG di awal bulan Ramadan ini cenderung biasa saja, karena memang MBG yang diberikan isinya biasa saja,” ujarnya.
Baca juga: Viral di Tanahlaut Keluhan Dugaan Kue MBG Berjamur, SPPG Batibati Ujung Beri Klarifikasi
Ketentuan isi MBG dibeberkan karyawan SPPG Benua Anyar, Aprianto. Ia mengatakan isian MBG sudah ada takarannya. “Jenis makanan yang disajikan berdasarkan ketentuan BGN,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Banjarmasin, Ryan Utama mengaku untuk isi MBG pihaknya tidak memiliki kewenangan karena belum ada koordinasi langsung antara SPPG dan pihak Disdik.
“Kami menunggu arahan pusat, namun sejauh ini Disdik tidak terlibat langsung untuk pembagian MBG termasuk isinya,” ucapnya. (sul/naa)