TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Jagat media sosial saat ini tengah diramaikan dengan beredarnya rekaman video dari seorang warga negara asing (WNA) asal Ukraina berinisial IK (28) yang mengaku sedang diculik.
Dalam video tersebut, IK yang tampak mengalami luka serius mengaku telah diculik di wilayah Kuta Selatan dan memohon bantuan keluarganya untuk membayar tebusan fantastis senilai US$10 juta atau setara dengan Rp157 miliar.
Menanggapi situasi yang meresahkan masyarakat tersebut, jajaran Kepolisian Daerah (Polda) Bali langsung bergerak cepat melakukan penyelidikan mendalam.
Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol Ariasandy, membenarkan bahwa pihaknya telah menerima laporan resmi terkait hilangnya warga Ukraina tersebut.
Baca juga: KOSTER Dibully! Akui Tidak Masalah, Kalau Tidak Ada Bisa Sepi Dunia Media Sosial, Pilih Fokus Kerja
Kini tim gabungan dari Polsek Kuta Selatan, Polresta Denpasar, dengan bantuan penuh dari Polda Bali sedang bekerja intensif di lapangan.
Kombes Pol Ariasandy menjelaskan bahwa laporan awal diterima oleh Polsek Kuta Selatan pada Minggu 15 Februari 2026 malam.
"Laporan tersebut dibuat oleh salah satu rekan korban yang berada di lokasi saat dugaan peristiwa penyerangan dan penculikan terjadi," kata Kombes Pol Sandy saat dijumpai Tribun Bali di Mapolda Bali, Selasa 24 Februari 2026.
Berdasarkan keterangan pelapor, peristiwa bermula pada Minggu 15 Februari 2026 malam sekitar pukul 22.30 Wita di kawasan Jimbaran.
"Saat itu, korban bersama dua orang rekan laki-lakinya tengah mengendarai sepeda motor dengan rencana untuk berlatih mengendarai kendaraan roda dua di medan tanjakan di Jimbaran," bebernya.
Dalam perjalanan menuju lokasi latihan, salah satu rekan korban melaju lebih dahulu di depan.
Namun, saat menoleh ke belakang, ia menyadari bahwa IK dan satu rekan lainnya tidak lagi terlihat.
Setelah dilakukan pengecekan kembali ke titik semula, didapati informasi bahwa mereka telah diserang oleh sekelompok orang tidak dikenal.
"Di Tempat Kejadian Perkara (TKP), saksi hanya menemukan barang-barang milik korban berupa telepon genggam, tas, dan dompet yang kemudian langsung diamankan sebagai barang bukti awal untuk dilaporkan ke kepolisian," bebernya.
Terkait video viral yang memperlihatkan kondisi IK yang menangis tersedu sembari mengklaim mengalami patah tulang rusuk dan kaki, Kombes Pol Ariasandy menegaskan bahwa pihak kepolisian masih melakukan pendalaman terhadap validitas rekaman tersebut.
Polisi belum bisa memastikan apakah video itu direkam di Bali atau di lokasi lain, mengingat tim siber dan penyidik masih menelusuri sumber serta konteks asli dari unggahan tersebut.
"Dibuat di Bali atau di mana, sampai sekarang kami masih menelusuri itu," ucapnya.
Dalam video itu, IK sempat berucap bahwa penculikan tersebut dipicu oleh masalah uang yang melibatkan orang tuanya, namun polisi tetap fokus pada penyelidikan tindak pidananya.
Mengenai latar belakang korban yang disebut-sebut sebagai anak dari bos kriminal di Dnipro, Ukraina, Kombes Pol Ariasandy menyatakan bahwa sejauh ini status korban dalam dokumen resmi kenegaraan hanyalah sebagai wisatawan.
Pihak kepolisian tidak ingin berspekulasi mengenai keterlibatan mafia atau motif tertentu sebelum pelaku berhasil diamankan.
Menurutnya, fokus utama saat ini adalah menyelamatkan korban dan mengidentifikasi para pelaku melalui berbagai petunjuk yang ada.
"Kita kan belum tahu kaitan dari mana-mananya, yang kami tahu yang dilaporkan adalah WNA," tuturnya.
Hingga saat ini, penyidik telah memeriksa kurang lebih 10 orang saksi untuk mengumpulkan informasi yang valid.
Selain keterangan saksi, polisi juga telah mengamankan sejumlah rekaman CCTV di sekitar jalur Jimbaran guna memetakan pergerakan pelaku.
"Ada sekitar kurang lebih 10 saksi yang sudah diperiksa, termasuk alat bukti kami amankan. Kami berupaya mencari sumber-sumber yang valid untuk mengungkap kasus ini," bebernya.
Kombes Pol Ariasandy menekankan bahwa proses olah TKP sudah dilakukan secara menyeluruh oleh tim Inafis Polresta Denpasar guna mencari jejak sekecil apa pun yang ditinggalkan di lokasi penyerangan. (ian)
Komitmen Segera Ungkap Kasus
Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol Ariasandy meminta masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh spekulasi yang beredar luas di media sosial mengenai motif penculikan tersebut.
Ia menegaskan bahwa meskipun barang bukti dan saksi sudah mulai mengerucut, status perkara ini masih dalam tahap penyelidikan intensif (lidik) untuk memastikan identitas para pelaku.
Kepolisian berkomitmen untuk segera mengungkap kasus ini dalam waktu yang tidak terlalu lama demi menjaga citra pariwisata Bali yang aman dan kondusif bagi wisatawan mancanegara. (ian)