Jakarta (ANTARA) - Polres Metro Jakarta Selatan melakukan tes urine secara mendadak untuk mencegah penyalahgunaan narkoba di jajaran personelnya di Markas Polres Metro Jakarta Selatan.

"Tes urine ini adalah wujud nyata Polres Metro Jakarta Selatan. Sebelum kami menindak masyarakat yang menyalahgunakan narkoba, kami harus memastikan dulu bahwa tubuh kami sendiri, internal kami, bersih dari barang haram tersebut," kata Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Murodih kepada wartawan di Jakarta, Rabu.

Langkah ini diambil sebagai bentuk komitmen tegas Polres Metro Jakarta Selatan dalam upaya "bersih-bersih" internal dan memastikan seluruh anggota bebas dari penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang.

Kegiatan yang dilaksanakan usai apel pagi tersebut berlangsung di bawah pengawasan ketat Seksi Profesi dan Pengamanan (Propam).

Proses pengambilan sampel urine dilakukan terhadap perwira, bintara, hingga Aparatur Sipil Negara (ASN) Polri di lingkungan Polres, dan diuji langsung oleh tim medis dari Seksi Kedokteran dan Kesehatan (Dokkes).

"Kegiatan ini merupakan agenda rutin yang dilakukan secara insidental (dadakan) sebagai fungsi kontrol dan pengawasan melekat kepada anggota," ucapnya.

Polres Metro Jakarta Selatan menegaskan tidak akan mentolerir jika ada anggota yang terbukti positif mengonsumsi narkoba. Sanksi tegas sesuai Kode Etik Profesi Polri maupun aturan pidana umum telah disiapkan bagi mereka yang melanggar.

"Jika ada yang hasilnya positif, tentu akan kami proses sesuai prosedur hukum yang berlaku, tidak ada tebang pilih. Ini demi menjaga marwah institusi dan kepercayaan publik terhadap Polri," kata Murodih.