Wagub Aceh Minta Dukungan BP BUMN Dialihkan ke Hunian Tetap
Muliadi Gani February 25, 2026 11:49 AM

 

PROHABA.CO, BANDA ACEH - Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, melakukan silaturahmi sekaligus diskusi strategis terkait progres pembangunan hunian bagi masyarakat terdampak bencana di Aceh.

Pertemuan tersebut berlangsung di Kantor Kementerian BUMN/BP BUMN, Jakarta, Selasa (24/2/2026).

Dalam agenda tersebut, Fadhlullah diterima langsung oleh Wakil Menteri BUMN, Dony Oskaria, serta Wakil Kepala BP BUMN, Tedi Bharata.

Pertemuan ini membahas penyesuaian arah dukungan pembangunan hunian sementara (huntara) dan hunian tetap (huntap) bagi warga terdampak bencana di sejumlah wilayah Aceh.

Fadhlullah menjelaskan, pada rencana awal BP BUMN menargetkan dukungan pembangunan sekitar 12 ribu unit huntara di Aceh.

Baca juga: Wagub Aceh Minta Percepatan Pembangunan Hunian Tetap 

Namun, dalam perkembangannya, pembangunan huntara oleh pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah berjalan cukup masif dan menjangkau banyak lokasi terdampak.

Sementara itu, kontribusi BP BUMN yang telah terealisasi hingga saat ini tercatat baru sekitar seribu lebih unit huntara.

Melihat perkembangan tersebut, Pemerintah Aceh menilai perlu adanya penyesuaian skema dukungan agar lebih tepat sasaran dan berkelanjutan.

“Karena itu, Pemerintah Aceh mengusulkan agar rencana awal pembangunan huntara dapat dialihkan untuk mendukung pembangunan huntap yang lebih permanen bagi masyarakat,” ujar Fadhlullah.

Ia menegaskan, Pemerintah Aceh telah menyiapkan sejumlah lokasi untuk pembangunan hunian tetap.

Dengan kesiapan lahan tersebut, proses pembangunan dapat segera dipercepat apabila dukungan BP BUMN dialihkan ke sektor hunian permanen.

Baca juga: Pemerintah Aceh Percepat Identifikasi Lahan Hunian Tetap di 17 Kabupaten/Kota di Aceh

Menurut Fadhlullah, pembangunan huntap menjadi kebutuhan mendesak agar masyarakat terdampak tidak terlalu lama tinggal di hunian sementara.

Hunian tetap dinilai lebih memberikan kepastian, kenyamanan, serta mendukung pemulihan sosial dan ekonomi warga pascabencana.

Menanggapi usulan tersebut, Dony Oskaria menyampaikan persetujuannya.

Ia menyebut pihaknya akan segera melakukan perhitungan dan kalkulasi kebutuhan pembiayaan untuk mendukung pembangunan hunian tetap di Aceh.

Langkah ini diharapkan dapat mempercepat realisasi program serta memastikan penggunaan anggaran berjalan efektif dan tepat guna.

Pertemuan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara Pemerintah Aceh dan BP BUMN.

Kolaborasi tersebut diharapkan tidak hanya berfokus pada penanganan darurat, tetapi juga mendorong solusi jangka panjang melalui penyediaan hunian permanen yang layak dan aman bagi masyarakat terdampak bencana di Aceh.

(Serambinews.com/Rianza Alfandi)

Baca juga: 885 Huntara untuk Korban Banjir di Aceh Tamiang Rampung dan Sudah Dihuni, 3.081 Masih Dikebut 

Baca juga: Ratu Azalia Pernah Dibully dari SMA hingga Kuliah, Nyaris Jadi Korban Kekerasan Seksual

Baca juga: Kejari Abdya Tetapkan Dua Tersangka Korupsi Proyek Pabrik Es 30 Ton

 

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.