Sesumbar Comeback Chivu Jadi Omong Kosong, Vonis Del Piero Menampar Inter Milan
Dwi Setiawan February 25, 2026 11:57 AM

TRIBUNNEWS.COM - Ambisi comeback Inter Milan yang digembar-gemborkan sang pelatih Cristian Chivu sebelum laga berakhir pahit.

Inter Milan tersingkir dari Liga Champions setelah kalah agregat 5-2 dari Bodo/Glimt di babak play-off 16 besar, Rabu (25/2/2026).

Alih-alih membalikkan defisit 1-3 dari leg pertama, Inter Milan justru tumbang 1-2 di kandang sendiri di San Siro.

Sebelum pertandingan, Chivu penuh percaya diri. Ia menegaskan Inter punya kewajiban moral untuk menang dan menyebut timnya mampu membalikkan keadaan.

Pelatih asal Rumania itu juga mengaku siap jika laga berjalan hingga 120 menit atau adu penalti. Modalnya tak main-main: tiga kemenangan beruntun di San Siro dengan total 11 gol.

"Kami tahu kualitas mereka, tapi kami juga tahu siapa kami. Jika ada satu tim yang bisa membalikkan keadaan ini, itu adalah kami," kata Chivu sebelum laga, dikutip dari Sempreinter.

Baca juga: Cristian Chivu Super Pede Inter Milan Bisa Comeback dari Bodo/Glimt, Kalaupun Kalah Tak Perlu Malu

Namun realitas berkata lain. Inter kembali kesulitan menembus blok rendah lawan, kebobolan dua gol lebih dulu yang akhirnya kalah 1-2 dan tersingkir dari Liga Champions.

Ironinya, ini jadi kekalahan kandang ketiga beruntun bagi Inter Milan di Liga Champions musim ini setelah sebelumnya ditaklukkan Arsenal dan Liverpool. 

Selain itu, Nerazzurri untuk pertama kalinya sejak musim 2020/21 gagal mencapai babak 16 besar Liga Champions.

Chivu mengaku tak menyalahkan pemainnya. Ia menilai tim sudah mencoba segala cara menghadapi organisasi pertahanan rapat Bodo/Glimt.

"Kami mencoba segala cara melawan tim yang sangat terorganisir dengan sepuluh pemain di belakang bola. Mereka menemukan kenyamanan secara mental. Kami sudah memberikan segalanya," ujarnya, dikutip dari SempreInter.

Menurutnya, Inter memulai laga dengan baik, tetapi energi lawan lebih besar di babak kedua. Ia juga menegaskan level Liga Champions terlalu tinggi untuk kesalahan sekecil apa pun.

Meski demikian, fakta di lapangan menunjukkan Inter kalah tajam dalam momen krusial—sesuatu yang tak sejalan dengan optimisme besar yang ia gaungkan sebelum laga.

CHIVU - Pelatih Inter Milan, Cristian Chivu, selama pertandingan Liga Italia 2025/2026 antara Inter Milan vs Napoli di Stadio Giuseppe Meazza, Senin (12/1/2026) dini hari WIB. (Website Inter - 12/1/2026)
CHIVU - Pelatih Inter Milan, Cristian Chivu, selama pertandingan Liga Italia 2025/2026 antara Inter Milan vs Napoli di Stadio Giuseppe Meazza, Senin (12/1/2026) dini hari WIB. (Website Inter - 12/1/2026) (Inter Milan)

Vonis Del Piero: Inter Tampil Biasa Saja

Sementara itu, Legenda Juventus dan Italia, Alessandro Del Piero, memberi penilaian lugas soal penampilan Inter Milan.

Berbicara di Sky Sports, Del Piero yang memiliki rekam jejak rivalitas dengan Inter, memilih komentar yang 'cukup sopan'.

Ia menyebut Inter Milan hanya bermain biasa saja, dan seakan menganggap pertandingan seperti pada umumnya.

Menurutnya, Inter salah dalam menyikapi pertandingan. Ia menegaskan, dibutuhkan sesuatu yang lebih atau keluar dari kebiasaan jika mereka bertakad menang dan comeback.

"Inter memainkan pertandingan yang biasa saja. Mereka sering bermain seperti ini dan menang, tapi hari ini semuanya salah," kata Del Piero dikutip dari Tuttomercato.

"Anda harus melakukan sesuatu yang lebih, Anda harus melampaui batas dan menemukan cara yang berbeda dari yang biasa Anda lakukan," kata dia.

Ia juga menyoroti atmosfer 80 ribu penonton di stadion yang seharusnya bisa menjadi bahan bakar tambahan, bukan sekadar latar.

"Ada 80.000 orang di sana, hanya butuh beberapa saat untuk memicu kerumunan seperti itu," katanya. 

"Sayang sekali karena Inter memiliki senjata untuk bisa melewatinya," tukas Del Piero.

Meski komentar Del Piero cukup halus, namun secara tak langsung menampar sesumbar Chivu, di mana kepercayaan diri tinggi sebelum laga tak diiringi performa luar biasa di lapangan.

Chivu memang masih berpeluang menutup musim dengan manis di kompetisi domestik. Inter berada di jalur juara Serie A dan akan menghadapi Como di semifinal Coppa Italia.

Namun bayang-bayang kegagalan Eropa tetap sulit dihapus. Terlebih, pada era sebelumnya di bawah Simone Inzaghi, Inter dua kali mencapai final Liga Champions dalam tiga musim.

(Tribunnews.com/Tio)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.