Beda Tasya Kamila, Alyssa Soebandono Tegaskan Bukan Penerima Beasiswa LPDP: Pakai Biaya sendiri
Murhan February 25, 2026 11:47 AM

BANJARMASINPOST.CO.ID - Artis Alyssa Soebandono buka suara soal kabar yang menyebut dirinya pernah menjadi penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). 

Ternyata, dia tak masuk daftar penerima beasiswa LPDP.

“Faktanya, saya bukanlah penerima beasiswa LPDP dan tidak pernah mendaftarkan diri,” tulis perempuan yang akrab disapa Icha itu melalui unggahan Tibra Overseas, Rabu (25/2/2026).

Pemain sinetron Inikah Rasanya tersebut membenarkan bahwa dirinya pernah menempuh pendidikan di Monash University.

Namun, seluruh biaya pendidikan S1 itu ditanggung secara mandiri tanpa bantuan pemerintah. 

Baca juga: Kuak Status dengan Lala Ipar Syahrini, Pedangdut King Nassar Akui Ingin Menikah Tahun Ini

Baca juga: Beda Syahrini, Ini Penyebab Al Ghazali Tak Akan Pamerkan Wajah Anak ke Publik, Ada Terkait Masa Lalu

Alyssa menegaskan, ia justru memperoleh beasiswa penuh untuk jenjang S2 dari London School of Public Relations (LSPR). 

“Saya menempuh S1 di Monash University (biaya sendiri) dan S2 mendapatkan beasiswa di London School of Public Relations,” lanjutnya.

Alyssa berharap klarifikasi ini dapat meluruskan kesalahan informasi yang beredar.

LPDP Jadi Sorotan Belakangan, penerima beasiswa LPDP menjadi sorotan publik setelah mencuatnya kasus Arya Pamungkas Iwantoro dan Dwi Sasetyaningtyas.

Pasangan suami istri tersebut ramai diperbincangkan setelah Dwi Sasetyaningtyas mengunggah video yang menuai kontroversi dan memicu kemarahan warganet.

Dalam video itu, Dwi dinilai merendahkan Indonesia lewat pernyataannya yang bangga anaknya menjadi warga negara asing (WNA), dengan mengatakan, “cukup aku saja yang WNI, anakku jangan.”

Tasya Beberkan Kontribusinya

Tak hanya masyarakat biasa, tapi beberapa publik figur juga ada yang tercatat sebagai penerima beasiswa LPDP, salah satunya Tasya Kamila.

Tasya Kamila dalam unggahannya akhirnya buka suara setelah dirinya juga disorot sebagai penerima beasiswa LPDP dan dipertanyakan perihal kontribusi terhadap Tanah Air.

"Buatku, kalian berhak bertanya soal ini! Sebagai sesama rakyat yang membayar pajak, aku sangat mengerti bahwa teman-teman mau ‘investasi’ kita menghasilkan output yang baik buat bangsa," tulis Tasya, dikutip dari Selasa (24/2/2026).

Tasya meraih gelar magister (S2) di bidang Public Administration in Energy and Environmental Policy dari Columbia University dan telah lulus delapan tahun lalu.

Pilihan jurusan tersebut diambil karena ia pernah dipercaya sebagai Duta Lingkungan Hidup pada 2005.

Tak hanya itu, Tasya juga menyampaikan ia memiliki impian untuk menjadi menteri, sehingga merasa perlu membekali diri dengan pengetahuan yang selaras dengan cita-citanya.

Selama menjalani studi, ia terlibat aktif dalam berbagai organisasi internasional, mengikuti program magang di Kementerian ESDM, mengembangkan proyek Desa Mandiri Energi di Sumba, Nusa Tenggara Timur, serta menyelesaikan kuliah tepat waktu dengan IPK 3,75.

 Daftar Kontribusi Usai Lulus

Pelantun Libur Telah Tiba itu menjelaskan secara detail bentuk kontribusinya setelah menyelesaikan pendidikan melalui program LPDP.

Usai kembali ke tanah air, Tasya Kamila menjalani Masa Bakti LPDP 2n+1 pada periode 2018–2023 dengan berbagai bentuk kontribusi nyata.

Tasya merinci tujuh kontribusi yang telah dilakukannya.

Selain kembali ke Indonesia dan berperan sebagai penghubung antara pemerintah dan masyarakat dalam kapasitasnya sebagai figur publik, ia juga aktif dalam isu keberlanjutan.

"Salah satunya melakukan gerakan akar rumput (grassroot movement) untuk keberlanjutan melalui yayasan Green Movement Indonesia,” tulis Tasya.

Ia turut memberdayakan generasi muda melalui talkshow, seminar, serta lokakarya yang membahas pendidikan, lingkungan hidup, dan kesehatan.

Tak hanya itu, Tasya juga memaksimalkan media sosialnya sebagai sarana edukasi untuk meningkatkan kesadaran publik tentang pentingnya menjaga lingkungan.

Tasya menilai penerima beasiswa LPDP memiliki banyak cara untuk berkontribusi bagi negara, baik melalui jalur konvensional maupun pendekatan modern.

"Baik itu secara konvensional (seperti bekerja di kantor), maupun secara modern (seperti menjadi influencer yang bisa menggerakkan semangat hingga suatu aksi bisa menjadi policy, and vice versa)," tulis Tasya.

Istri Randi Bachtiar tersebut pun menekankan perannya sebagai ibu rumah tangga tidak menjadi penghalang untuk tetap memberi dampak positif, khususnya melalui pemanfaatan media sosial dalam menjangkau serta mengedukasi masyarakat luas.

 Cobaan Berat saat Kuliah 

Di tengah perkuliahan, Tasya juga menghadapi cobaan berat. 

Ia tidak bisa kembali ke Indonesia saat ayahnya wafat karena harus mengikuti ujian.

Kendati demikian, setelah merampungkan studinya, ia memilih pulang dan kembali menetap di Indonesia.

(Banjarmasinpost.co.id/Kompas.com)



 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.