SRIPOKU.COM - Menyusun naskah ceramah yang menarik untuk Pesantren Kilat memerlukan pendekatan yang relevan dengan keseharian siswa, seperti mengangkat tema 'Menghapus Dosa Lewat Cahaya Dhuha'.
Untuk itu simak naskah Ceramah Pesantren Kilat Ramadan 2026 Materi Menghapus Dosa Lewat Cahaya Dhuha.
Baca juga: 3 Materi Pesantren Kilat Ramadan 2026, Tema Keutamaan Salat Dhuha untuk Jenjang SD
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Alhamdulillahirabbil ‘alamin, as-shalaatu was-salaamu ‘ala asyrafil anbiyaa-i wal mursaliin, wa ‘ala alihi wa shahbihi ajma’iin.
Adik-adikku yang saya sayangi karena Allah,
Pernahkah kalian melakukan kesalahan? Pernahkah kalian merasa sedih karena tanpa sengaja membantah orang tua, berkata kasar pada teman, atau melalaikan perintah Allah?
Sebagai manusia, kita pasti pernah berbuat salah atau dosa. Dosa itu ibarat titik hitam di hati kita.
Kalau tidak dibersihkan, lama-lama hati kita jadi gelap.
Nah, di bulan Ramadan yang mulia ini, Allah membuka "pintu cuci gudang" ampunan yang sangat lebar.
Salah satu cara terbaik untuk menghapus titik-titik hitam itu adalah melalui Salat Dhuha.
Adik-adik sekalian,
Fokus kita hari ini adalah betapa luar biasanya Salat Dhuha dalam menghapus dosa-dosa kita.
Mari kita renungkan sabda Rasulullah SAW yang sangat indah ini:
"Siapa saja yang dapat mengerjakan Salat Dhuha dengan istiqomah (rutin), maka akan diampuni dosanya oleh Allah, sekalipun dosanya itu sebanyak busa di lautan." (HR. Tirmidzi)
Coba bayangkan, Adik-adik. Pernahkah kalian melihat pantai? Lihatlah busa-busa putih yang sangat banyak di pinggir pantai.
Tidak terhitung jumlahnya! Namun, Rasulullah menjanjikan bahwa meskipun kesalahan kita sebanyak itu, Allah sanggup menghapusnya hanya dengan Salat Dhuha yang kita lakukan secara konsisten.
Mengapa Salat Dhuha bisa menghapus dosa?
Waktu Pengorbanan: Salat Dhuha dilakukan saat kita sedang asyik bermain atau belajar. Menghentikan aktivitas demi menghadap Allah menunjukkan bahwa kita mendahulukan Allah di atas segalanya. Ketulusan inilah yang mengundang ampunan-Nya.
Sebagai Sedekah Persendian: Rasulullah menyebutkan bahwa setiap pagi, ada 360 sendi di tubuh kita yang wajib disedekahi. Dengan dua rakaat Dhuha, kita sudah membayar "pajak" syukur seluruh tubuh kita. Syukur yang tulus adalah jalan menuju ampunan.
Momen Taubat yang Tenang: Di waktu pagi yang tenang, saat kita bersujud, itulah momen terbaik untuk berbisik, "Ya Allah, ampuni kesalahanku kemarin, bimbinglah aku hari ini."
Adik-adik yang dirahmati Allah,
Mungkin kita merasa dosa kita kecil, tapi jika dikumpulkan setiap hari, ia akan menjadi gunung. Jangan tunggu sampai tua untuk bertaubat. Pesantren Kilat ini adalah waktu yang tepat untuk memulai.
Mulai besok pagi, yuk kita "cuci" hati kita. Sebelum mulai belajar, ambil air wudhu, hamparkan sajadah, dan lakukan dua rakaat saja.
Rasakan bagaimana hati menjadi lebih tenang karena beban dosa perlahan diangkat oleh Allah SWT.
Semoga kita termasuk golongan hamba yang "istiqomah" menjaga Salat Dhuha.
Bukan hanya karena ingin rezeki yang lancar, tapi karena kita butuh ampunan dari Allah agar hati kita bersih menyambut Idul Fitri nanti.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.