Diberi Rapor Merah oleh Mahasiswa, Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid Justru Berterima Kasih
Ahmad Tajudin February 25, 2026 02:01 PM

TRIBUNBANTEN.COM, TANGERANG - Sejumlah mahasiswa di Kabupaten Tangerang memberikan 'rapor merah' dengan bobot nilai dua dalam skala satu hingga sepuluh, terhadap pemerintahan Moch Maesyal Rasyid dan Intan Nurul Hikmah dalam memimpin Kabupaten Tangerang.

Penilaian itu disampaikan mahasiswa dalam aksi unjuk rasa yang dilakukan di depan Gedung Bupati Tangerang, Tigaraksa, Senin (23/2/2026), yang kemudian berakhir ricuh.

Dalam aksi itu, mahasiswa menyoroti program pemerintahan Maesyal-Intan yang dianggap belum menyentuh kebutuhan masyarakat secara luas.

Namun demikian, alih-alih tersinggung, Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid menyambut kritik itu dengan ucapan terima kasih. 

“Saya terima kasih ya, kalau sudah diberikan rapor merah,” ujarnya kepada TribunBanten.com, saat ditemui di ruang kerjanya Selasa (24/2/2026).

Maesyal pun lantas terkesan bingung atas penilaian tersebut. Sebab menurutnya, sebagai kepala daerah dirinya telah bekerja tanpa henti, hingga tidak mengenal libur.

"Mereka (mahasiswa) menilainya dari sisi apa?, mereka menilainya mungkin saya tidak berbuat apa-apa selama ini," kata Maesyal.

Baca juga: Jalan Raya Pasar Kemis Kembali Memakan Korban Jiwa, Pengendara Motor Wanita Buruh Meninggal Dunia

"Padahal Saya semenjak dilantik sampai sekarang, Sabtu- Minggu pun tidak pernah libur," jelasnya.

Pria yang pernah menjabat sebagai Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang itu lantas menjelaskan, beberapa program di sektor pendidikan merupakan hal prioritas yang ia jalankan dalam satu tahun kepemimpinannya sebagai bupati.

"Seperti program sekolah gratis di SD dan SMP swasta, yang sudah mulai kita gratiskan secara bertahap," katanya.

"Yang kedua program beasiswa masyarakat berpenghasilan rendah di Kabupaten Tangerang. mulai tahun 2025 ini, ada 235 yang kita bebaskan biayanya kuliah gratis hingga ke luar negeri," tambahnya.

"Tambah lagi kita juga alokasikan 400 guru-guru PAUD kita juga tambah kompetensi nya agar kuliah juga pada 2025," jelasnya.

Maesyal lantas mengklaim, bahwa seluruh program tersebut telah berhasil menyentuh masyarakat tingkat bawah, khususnya masyarakat berpenghasilan rendah di Kabupaten Tangerang.

Bahkan kata dia, banyak para orangtua murid penerima manfaat sampai menangis haru atas kebijakan tersebut.

"Jadi program itu untuk anak-anak yang orangtuanya terbatas ekonominya. Dia (orangtua murid) sampai nangis dengan saya," ucap Maesyal.

Maesyal menegaskan, ia akan melanjutkan program pendidikan tersebut dan menambah kuotanya.

Sebab baginya pendidikan merupakan hak semua warga di Kabupaten Tangerang.

"Nanti 2026 ditambah lagi. Ini sebagai awal kami supaya anak-anak ini bisa sekolah, jangan sampai anak-anak Kabupaten Tangerang ini tidak sekolah, jangan sampai putus sekolah," pungkasnya.

 

 
 

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.