TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Debu tipis yang hinggap di sela-sela karpet sajadah atau sisa air yang menggenang di sudut tempat wudhu, mungkin tampak sepele bagi sebagian orang.
Namun, untuk para jemaah yang sengaja datang ke tempat ibadah guna mencari ketenangan, kebersihan merupakan pintu pertama menuju kekhusyukan yang hakiki.
Kesadaran akan pentingnya kenyamanan di ruang spiritual inilah yang ditangkap oleh perusahaan asal Yogyakarya, yang selama ini akrab dengan dunia teknologi dan konektivitas, GMEDIA.
Mereka memilih turun ke lapangan dengan cara-cara yang cenderung sangat membumi, yakni menyapu, mengepel, dan merawat rumah-rumah ibadah.
Gerakannya dinamakan Gemati (Gerakan Membersihkan Tempat Ibadah), sebuah nama yang dalam bahasa Jawa juga bermakna 'penuh perhatian' atau 'merawat dengan kasih sayang'.
Menilik sejarahnya, Gemati tidak muncul secara instan, dan mulai mengayunkan sapu perdananya sekitar dua tahun silam, pada 23 Mei 2024.
Setelah melihat dampak positif dan antusiasme dari pengurus rumah ibadah yang disasar, program lantas diresmikan secara formal per 22 Oktober 2024.
Relawan Gemati dan pengurus takmir pun bahu-membahu memastikan area utama masjid, mushola, hingga fasilitas vital seperti toilet dan tempat wudhu benar-benar higienis.
Baca juga: Jadwal Buka Puasa Bedug Magrib Wilayah Kulon Progo Rabu 25 Februari 2026
Bagi GMEDIA, langkah ini adalah pergeseran dari sekadar tanggung jawab sosial perusahaan menjadi Corporate Shared Value (CSV) yang menyentuh akar rumput.
Managing Director GMEDIA, Budiyanto, menegaskan, inisiatif Gemati lahir dari rasa hormat terhadap rumah ibadah sebagai pusat peradaban sosial dan spiritual.
"Bagi kami, tempat ibadah adalah ruang yang memiliki makna spiritual mendalam. Lewat Gemati, kami ingin menghadirkan kontribusi nyata untuk menjaga kebersihan tempat ibadah, sekaligus memperkuat kolaborasi dengan pengurus masjid," ujarnya.
Berdasarkan data terakhir per 22 Februari 2026, jejak langkah Gemati telah menyasar sebanyak 172 rumah ibadah di berbagai wilayah operasional GMEDIA.
Sejauh ini, aksi nyata terkonsentrasi di seputaran DI Yogyakarta dan Purwokerto, dengan rencana ekspansi dalam waktu dekat menuju daerah Pemalang.
"Dalam pelaksanaannya di lapangan, Gemati juga memberdayakan agen sosial sebagai bagian dari ekosistem program," terangnya.
Program tersebut mampu mengkaryakan setidaknya 29 agen sosial yang turut berperan aktif dalam menjaga kebersihan dan kenyamanan rumah ibadah.
Kehadiran agen sosial ini tidak sekadar mendukung keberlanjutan program, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat di tingkat lokal.
Strategi penentuan lokasi sasaran Gemati pun terbilang unik, mengingat GMEDIA memanfaatkan data dari lebih kurang 1.700 titik Digital Hub yang telah mereka bangun.
Dengan kata lain, Budiyanto menyampaikan, di mana ada jaringan digital GMEDIA, di sana pula kontribusi sosial tersebut diupayakan hadir.
"Sehingga, kehadiran GMEDIA tidak hanya menghadirkan konektivitas digital, tapi juga kontribusi sosial yang berdampak langsung pada lingkungan sekitar," tandasnya.
Ke depan, Gemati diproyeksikan menjadi standar baru dalam perawatan rumah ibadah, sebagai komitmen jangka panjang untuk menciptakan lingkungan yang inklusif dan nyaman bagi siapa saja.
Melalui langkah sunyi, Gemati memberi bukti, bahwa perubahan besar sering kali dimulai dari langkah kecil yang dilakukan secara konsisten. (aka)