TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Anwar Satibi ternyata sempat mengirim pesan sadis ke ibu kandung Nizam atau NS (13), bocah yang tewas di Sukabumi, Jawa Barat.
Kini Anwar justru menuduh istrinya sebagai pelaku penyebab NS tewas.
Ia bercerita awal mula mengetahui sang anak sakit saat sedang bekerja di Sukabumi Kota.
"Sebelum ke Sukabumi anak saya dalam keadaan baik-baik saja. 'Yah pulang Raja panas terus manggil-manggil nama ayah'," kata Anwar di podcast Denny Sumargo.
Ketika sampai di rumah, Anwar mendapati kondisi anaknya yang jauh berbeda dibanding sebelum ditinggal kerja.
"'Mah ini kenapa kulitnya melepuh'. Tangan , kaki, punggung. Istri saya menjawab, 'ini kan sakit panas di kalau panas berlebihan seperti ini kayak kesiram air panas'," katanya.
Tak langsung dibawa ke rumah sakit, Anwar Satibi menunda membawa Nizam ke rumah sakit.
"Niatnya saya mau pagi-pagi ke rumah sakit, Mungkin karena saya capek jadi bangunnya agak kesiangan," katanya.
Sampai muncul video viral di media sosial dimana Nizam menunjuk ibu tirinya sebagai pelaku kekerasan terhadap dirinya.
Ibu tiri, TR (42) mengatakan Nizam memang menderita sakit kanker darah, leukimia, dan autoimun.
"Anak saya selama ini gak pernah sakit, kalau anak saya pernah sakit mungkin sama saya juga udah di bawa ke dokter," katanya.
Baca juga: Ibu Kandung Anak yang Dianiaya Ibu Tiri Bongkar Tabiat Mantan Suami, Sering KDRT dan Main Perempuan
Cerita tersebut berbeda dengan yang diungkap ibu kandung Nizam, Lisnawati.
Lisna membongkar Anwar membatasinya untuk bertemu Nizam.
Sampai 17 Februari 2026, dua hari sebelum Nizam meninggal, Anwar mengirim pesan chat ke Lisna.
Ia menyebut bahwa Nizam sakit paru-paru.
Baca juga: Kejanggalan Hubungan Anak Angkat dengan Ibu Tiri, Suami Pergoki di Kamar, Kini Anak Kandung Tewas
"Sepertinya sakit, si Raja sakit paru-paru," katanya.
Pengacara Lisna, Mira Widyawati menjelaskan bahwa Anwar sudah memberi kabar ke kliennya sejak dua hari sebelum Nizam meninggal.
"Tanggal 17 Februari 2 hari sebelum meninggal, 'Nizam nih sakit di rumah'. Dia (Lisna) bilang, 'kenapa gak dibawa ke rumah sakit ?'," katanya.
Tak disangka ternyata Anwar menjawab chat tersebut dengan kalimat sadis.
"'Ya biarin aja kalaupun dia meninggal tinggal dimakamin di pemakaman keluarga dekat si bapaknya ini'," kata Mira menirukan isi chat Anwar ke ibu kandung.
Pengacara Lisna yang lain, Krinas Murti mengungkap bahwa Anwar Satibi membuat status berisi hasutan untuk tidak mempercayai ucapan ibu kandung.
"Dia menuliskan status dia, 'jangan percaya sama ibu kandung. kalaupun dulu bersama ibunya saya yang membiayai'. Ya mau dibelahan dunia manapun juga ya namanya laki pasti membiayai anaknya. Artinya itu kewajiban gak usah dibicarakan," kata Krisna.
Kini Lisnawati melaporkan Anwar ke Polres Sukabumi.
Kapolres Sukabumi AKBP Samian mengatakan sudah menetapkan ibu tiri Nizam, TR sebagai tersangka kasus dugaan penganiayaan.
"Sat Reskrim sudah menetapkan tersangka saudari TR yang merupakan ibu tiri. TR sudah kami tetapkan tersangka atas dugaan kekerasan, baik fisik atau psikis," katanya.
https://whatsapp.com/channel/0029VaGzALAEAKWCW0r6wK2t