LPG 3 Kg Disubsidi, Pemkab Parimo Targetkan 40 Ribu Tabung untuk Warga Sebelum Idul Fitri 2026
Fadhila Amalia February 25, 2026 03:23 PM

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Abdul Humul Faaiz

TRIBUNPALU.COM, PARIGI MOUTONG - Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong menargetkan penyaluran 40 ribu tabung gas elpiji 3 kilogram kepada masyarakat yang berhak sebelum Idulfitri.

Target tersebut dibarengi dengan percepatan pendataan penerima guna memastikan subsidi tepat sasaran.

Bupati Parigi Moutong, Erwin Burase, menyatakan pendataan ulang dilakukan menyusul keluhan masyarakat terkait ketidaktepatan sasaran pada penyaluran sebelumnya.

Baca juga: Dulu Ramai Pedagang dan Angkutan, Kini Terminal Biak Banggai Sepi

“Pendataan harus tepat. Jangan sampai yang tidak berhak justru menerima,” ujarnya, Selasa (24/2/2026).

Langkah ini diambil di tengah lonjakan harga gas elpiji 3 kilogram di tingkat pengecer di sejumlah kecamatan.

Hasil pemantauan menunjukkan harga eceran bervariasi antara Rp40 ribu hingga Rp70 ribu per tabung.

Bahkan di Kecamatan Moutong, harga sempat dilaporkan menembus Rp80 ribu per tabung, jauh melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp28 ribu.

Di Desa Dolago, Kecamatan Parigi Selatan, pengecer membeli dari pangkalan dengan harga Rp30–35 ribu per tabung.

Sementara masyarakat memperoleh harga subsidi Rp27 ribu per tabung di pangkalan.

Bupati Parimo Tegaskan Pangkalan Gas Elpiji 3 Kg Wajib Patuh HET, Pelanggar Akan Ditutup
PENYALURAN GAS GRATIS - Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong menargetkan penyaluran 40 ribu tabung gas elpiji 3 kilogram kepada masyarakat yang berhak sebelum Idulfitri. (Faaiz/TribunPalu)

Baca juga: Harga Gas Elpiji 3 Kg di Parigi Moutong Meroket, Tembus Rp80 Ribu, Jauh Melampaui HET Rp28 Ribu

Namun di tingkat pengecer, tabung gas dijual kembali dengan harga Rp50 ribu hingga Rp60 ribu per tabung.

Di Desa Tindaki, Kecamatan Parigi Selatan, harga LPG 3 kilogram di pengecer berkisar Rp40 ribu hingga Rp50 ribu per tabung.

Kenaikan harga di pengecer dipicu oleh kerap kosongnya stok di pangkalan, sehingga masyarakat terpaksa membeli dengan harga lebih tinggi.

Sementara di Kecamatan Bolano Lambunu, pangkalan menjual Rp35 ribu per tabung, tetapi pengecer mematok harga mulai Rp50 ribu hingga Rp70 ribu.

Selisih harga yang signifikan tersebut membuat masyarakat kesulitan memenuhi kebutuhan rumah tangga sehari-hari, terutama menjelang Idulfitri.

Pemerintah daerah juga bakal membentuk Satuan Tugas Pengawasan LPG untuk menertibkan distribusi serta menindak pangkalan dan pengecer yang terbukti melanggar ketentuan.

Baca juga: Rapat Paripurna, Arnilla HM Ali Geser Aristan dari Kursi Wakil Ketua I DPRD Sulteng

Melalui penyaluran 40 ribu tabung dan pengawasan distribusi, Pemkab berharap harga LPG 3 kilogram kembali terkendali dan subsidi tepat guna.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.