Laporan Wartawan TribunPalu.com, Abdul Humul Faaiz
TRIBUNPALU.COM, PARIGI MOUTONG - Harga gas elpiji 3 kilogram subsidi di Kabupaten Parigi Moutong meroket di beberapa wilayah, jauh melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp28 ribu per tabung.
Di Kecamatan Moutong, pemantauan menunjukkan harga eceran gas elpiji 3 kilogram mencapai Rp80 ribu per tabung, sehingga selisihnya mencapai Rp52 ribu dibanding HET resmi.
Menanggapi kondisi ini, Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong membentuk Satuan Tugas Pengawasan LPG, melibatkan aparat kepolisian dan instansi terkait untuk menertibkan distribusi dan harga.
Baca juga: Jadwal Imsakiyah Kota Palu dan Sekitarnya, 8 Ramadan 1447 H
Bupati Parigi Moutong, Erwin Burase, menegaskan bahwa pangkalan yang melanggar ketentuan akan dikenai sanksi tegas hingga pencabutan izin usaha.
“Ini bagian dari komitmen kami menjaga subsidi tepat guna,” ujar Erwin saat meninjau masyarakat Desa Ogolugus, Kecamatan Ampibabo, Selasa (24/2/2026), dalam agenda buka puasa bersama sekaligus penyaluran bantuan sosial.
Wakil Bupati Parigi Moutong, Abdul Sahid menambahkan, pengecer yang mematok harga seenaknya juga akan ditindak.
“Pemerintah tidak main-main. Jika kami menemukan pengecer bermain harga, kami akan tindak,” tegas Abdul Sahid.
Selain pengawasan harga, Pemkab juga melakukan pembenahan data penerima LPG 3 kilogram gratis, menyusul keluhan masyarakat terkait ketidaktepatan sasaran pada penyaluran sebelumnya.
Baca juga: Ditresnarkoba Polda Sulteng Ciduk Pria 53 Tahun, Sita 10 Bungkus Sabu
Pendataan ditargetkan rampung sebelum Idulfitri, dengan rencana penyaluran 40 ribu tabung gas elpiji 3 kilogram kepada masyarakat yang berhak.
Langkah-langkah ini diambil untuk memastikan subsidi LPG sampai ke kelompok sasaran dan harga tetap terkendali.(*)