TRIBUNNEWS.COM - Saat ini umat Muslim di seluruh dunia tengah menjalani ibadah puasa Ramadan.
Puasa Ramadan adalah kewajiban menahan diri dari makan, minum, dan hal-hal yang membatalkan puasa sejak terbit fajar hingga terbenam matahari.
Selain melatih kesabaran dan pengendalian diri, puasa juga membawa perubahan pada kondisi tubuh, termasuk kesehatan gigi dan mulut.
Selama berpuasa, tidak adanya aktivitas makan dan minum dalam waktu lama menyebabkan perubahan pada rongga mulut.
Salah satu yang paling terasa adalah berkurangnya produksi saliva atau air liur.
Padahal, saliva berperan penting sebagai pembersih alami (self-cleansing) dan menjaga keseimbangan keasaman (pH) mulut agar bakteri tidak berkembang berlebihan.
Menurut drg. Lelly Andayasari, M.Kes, periset dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), saat berpuasa produksi air liur menurun sehingga keseimbangan pH di rongga mulut ikut berubah.
Kondisi ini membuat mulut terasa lebih kering dan meningkatkan risiko bau mulut atau halitosis.
Air liur berfungsi membilas sisa makanan dan menekan pertumbuhan bakteri.
Ketika produksinya berkurang, bakteri lebih mudah berkembang dan menghasilkan senyawa penyebab bau tidak sedap.
Selain itu, pola makan saat sahur dan berbuka yang tinggi gula atau karbohidrat sederhana juga bisa memperparah kondisi tersebut jika tidak diimbangi dengan kebersihan mulut yang baik.
Baca juga: Anak dan Lansia Rentan Dehidrasi Saat Puasa, Dokter Ingatkan Jangan Tunggu Rasa Haus Hilang
Agar ibadah tetap nyaman tanpa gangguan bau mulut atau masalah gigi, berikut beberapa langkah yang bisa diterapkan menurut drg. Lelly, dikutip dari Instagram @brin_indonesia:
Bersihkan gigi dan rongga mulut secara menyeluruh setelah sahur dan sebelum tidur malam.
Gunakan pasta gigi berfluoride untuk membantu melindungi enamel.
Kurangi konsumsi makanan yang berbau menyengat seperti bawang mentah atau petai saat sahur agar tidak memicu bau mulut sepanjang hari.
Sayur dan buah berserat membantu merangsang produksi saliva serta membantu membersihkan permukaan gigi secara alami.
Pastikan hidrasi tercukupi saat berbuka hingga sahur untuk membantu tubuh memproduksi saliva secara optimal.
Makanan manis dan tinggi gula dapat mempercepat pertumbuhan bakteri penyebab gigi berlubang.
Jangan menunda perawatan gigi hanya karena sedang berpuasa.
Banyak orang ragu pergi ke dokter gigi saat Ramadan karena takut membatalkan puasa.
Padahal, beberapa tindakan medis tetap diperbolehkan selama tidak menelan cairan secara sengaja.
Berikut perawatan yang umumnya aman dilakukan:
Menjaga kesehatan gigi dan mulut selama Ramadan bukan hanya soal kenyamanan, tetapi juga bagian dari menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh.
Dengan perawatan yang tepat, ibadah puasa dapat dijalani dengan lebih percaya diri dan bebas gangguan.
(Tribunnews.com/Farra)