TRIBUNTORAJA.COM, MAKALE - Praktik judi sabung ayam berlangsung terang-terangan selama dua hari berturut-turut di Lapangan Pramuka, jalan poros menuju Bandara Toraja, Kelurahan Rante Kalua, Kecamatan Mengkendek, Selasa-Rabu (24-25/2/2026).
Lokasi perjudian tersebut berada tidak jauh dari Gereja Katolik Paroki Santo Paulus Ge’tengan serta dua sekolah, yakni SMP Negeri 1 Mengkendek dan SMA Negeri 3 Mengkendek.
Kedekatan arena sabung ayam dengan rumah ibadah dan fasilitas pendidikan itu memicu sorotan warga.
Pantauan di lapangan, ratusan orang memadati lokasi.
Sejumlah pemain terlihat melakukan transaksi secara terbuka, sementara warga lainnya membawa ayam jantan yang diduga akan diadu.
Aktivitas tersebut disebut berlangsung selama dua hari tanpa adanya pembubaran langsung di lokasi.
Kapolres Tana Toraja, Budi Hermawan, saat dikonfirmasi membenarkan pihaknya telah menerima informasi terkait aktivitas tersebut.
Ia menyatakan personel telah dikerahkan untuk melakukan imbauan kamtibmas.
“Polres Tana Toraja sudah menerima informasi tersebut dan telah mengerahkan personel ke lokasi untuk melakukan imbauan kamtibmas. Kami mengedepankan tindakan preventif agar tidak terjadi kerumunan massal. Terkait adanya keterlibatan oknum tertentu, kami masih melakukan pendalaman dan koordinasi lintas instansi,” ujarnya.
Saat ditanya lebih lanjut mengenai oknum yang dimaksud, Kapolres menyebut, “Di situ ada oknum ijo, beda dengan di tempat lain.”
Namun, Kapolres tidak menjelaskan secara rinci siapa oknum ijo dimaksud.
Ia menambahkan, untuk penanganan lebih lanjut pihaknya akan berkoordinasi dengan jajaran terkait.
Meski imbauan telah disampaikan, praktik judi sabung ayam dilaporkan tetap berlangsung selama dua hari, bertepatan dengan momentum Ramadan.
Salah seorang warga, Anti, menilai kondisi tersebut bertolak belakang dengan komitmen pemberantasan perjudian di wilayah hukum Polres Tana Toraja.
Warga pun berharap aparat mengambil langkah tegas agar aktivitas serupa tidak kembali terulang, terlebih di area yang berdekatan dengan fasilitas umum dan pendidikan.(*)