Rute Scoot Singapura–Tanjungpandan Dibuka 3 Mei, Ketum ASPPI: Ini Dua Sisi Mata Uang
Asmadi Pandapotan Siregar February 25, 2026 05:21 PM

POSBELITUNG.CO, BELITUNG -- Rencana pembukaan rute internasional Singapura–Tanjungpandan (PP) oleh maskapai asal Singapura, Scoot, pada 3 Mei mendatang mendapat respons positif dari pelaku pariwisata di Belitung.

Ketua Umum Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI), Agus Pahlevi, menilai kehadiran penerbangan langsung tersebut menjadi peluang besar bagi kebangkitan sektor pariwisata Belitung dan Bangka Belitung secara umum.

Menurut Agus, dibukanya akses penerbangan internasional akan memperluas pasar wisatawan mancanegara sekaligus meningkatkan kepercayaan terhadap daya saing destinasi Belitung.

“Kabar tentang rencana penerbangan Scoot ke Belitung ini merupakan kabar yang menggembirakan. Ini menjadi salah satu harapan baru bagi pelaku pariwisata Belitung dan Bangka Belitung pada umumnya,” ujar Agus, Selasa (24/2/2026).

Agus menilai dengan dibukanya rute oleh maskapai Scoot, pintu Belitung semakin terbuka lebar bagi wisatawan, khususnya mancanegara.

Namun Agus mengingatkan, penerbangan internasional ini justru bisa menjadi dua sisi mata uang bagi Belitung.

Di satu sisi dapat membangun citra positif, namun di sisi lain bisa berdampak negatif jika tidak bertahan sesuai harapan.

“Image baik akan tercipta ketika penerbangan ini berkelanjutan dan berkembang. Itu akan meningkatkan jumlah kedatangan wisatawan maupun pebisnis, bahkan bisa menarik minat maskapai lain,” jelasnya.

Sebaliknya, jika penerbangan tidak bertahan lama, dampaknya bisa panjang untuk sektor pariwisata Belitung. 

“Image buruk bisa terjadi jika penerbangan ini tidak bertahan sesuai harapan. Ke depan akan lebih sulit untuk membuka kembali rute internasional,” tegas Agus.

Untuk mewujudkan citra positif tersebut, ia menilai Belitung harus segera mempersiapkan diri dan meyakinkan maskapai bahwa keputusan membuka rute ini sudah tepat.

Salah satu langkah penting adalah promosi yang terstruktur dan masif, khususnya untuk wisatawan inbound, agar saat rute mulai beroperasi, kursi pesawat sudah terisi.

“Bisa dilakukan sales mission ke Singapura, dengan konsep expo, table top, atau sales call, baik G to G, B to B maupun B to C,” sarannya.

Selain itu, publikasi dan branding tentang Belitung juga perlu diperkuat di Singapura dan negara lain, mengingat Singapura merupakan salah satu hub penerbangan utama di kawasan ASEAN.

“Singapura itu hub. Jadi bukan hanya wisatawan Singapura yang berpotensi datang, tetapi juga dari Jepang, China, Korea, Thailand, India, Timur Tengah, Eropa bahkan Amerika,” ujarnya.

Agus juga mendorong pelaksanaan kegiatan famtrip dengan melibatkan travel agent, media, maupun influencer untuk memperkenalkan destinasi Belitung secara lebih luas.

Tak kalah penting, menurutnya, adalah membangun kembali jejaring bisnis dan investasi, karena penerbangan ini tidak hanya berdampak pada pariwisata, tetapi juga membuka peluang investasi dan kerja sama bisnis.

Untuk meningkatkan kualitas pariwisata, ia menekankan perlunya pembenahan destinasi unggulan serta penyediaan amenitas yang layak.

“Yang tidak kalah penting adalah menyiapkan SDM, khususnya front liner, agar kompeten dalam berinteraksi dengan wisatawan mancanegara,” pungkasnya.

Dengan persiapan matang dan kolaborasi semua pihak, Agus optimistis rute internasional ini bisa menjadi momentum kebangkitan pariwisata Belitung di kancah global. (posbelitung.co/dede suhendar) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.