TRIBUNJAKARTA.COM, MAKASAR - Seorang penjual jamu keliling di RT 15/RW 02, Kelurahan Kebon Pala, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur menjadi korban hipnotis hingga merugi puluhan juta rupiah.
Korban, Mujiem (52) mengatakan kejadian bermula ketika pelaku yang merupakan seorang perempuan berusia sekitar 40 tahun datang ke rumahnya pada Sabtu (21/2/2026) sekira pukul 22.00 WIB.
Dalam aksinya pelaku menggunakan modus berpura-pura hendak memesan jamu dalam jumlah banyak, dan memberikan bantuan sembako kepada warga dhuafa di Kebon Pala.
"Awalannya saya tolak, karena posisi saya lagi enggak jualan jamu. Soalnya kan bulan puasa. Terus dia bilang lagi katanya mau kasih santunan ke anak yatim dan janda," kata Mujiem, Rabu (25/2/2026).
Saat awal kejadian Mujiem mengaku sempat tidak percaya dan merasa janggal, tapi pelaku berpura-pura seolah sudah mengenal korban sejak lama dan menjadi pembeli jamu langganan.
Ucapan pelaku yang mengaku mengenal korban ini membuat Mujiem lambat laun percaya, bahkan menuruti seluruh perkataan pelaku layaknya orang terhipnotis.
Bahkan saat pelaku bilang hendak menukarkan uang, Mujiem seketika menunjukan sebuah tas tempatnya menyimpan uang tabungan sekaligus modal dagang sebesar Rp20 juta.
"Enggak tahu kenapa tas saya itu saya unjukin dia. Tas saya yang isi duit itu, saya unjukin dia. Habis itu dia bilang 'sudah taruh situ dulu, saya mau ke kamar mandi dulu' begitu," ujarnya.
Mujiem menuturkan, saat pelaku memintanya menunggu di ruang tamu karena pelaku hendak berganti pakaian di bagian dalam rumah pun dia seketika menuruti perkataan.
Ketika pelaku menghabiskan waktu sekitar satu jam di bagian dalam rumahnya dengan dalih menumpang kamar mandi dan menunaikan salat, Mujiem pun tidak merasa curiga.
Saat pelaku mengajaknya untuk pergi ke luar dengan dalih mengambil paket sembako bagi anak yatim dan janda di lingkungan sekitar, Mujiem terus menuruti perminyakan pelaku.
"Saya diajak naik motor, dibonceng pelaku ke depan Jalan Jengki. Katanya untuk ambil paket sembako, saya diturunkan di pinggir jalan begitu saja. Disuruh menunggu di situ," tuturnya.
Mujiem baru memperoleh kesadarannya kembali setelah sekitar satu jam menunggu di tepi Jalan Jengki, lalu bergegas berlari pulang ke rumahnya yang berjarak sekitar 500 meter.
Nahas saat tiba di rumah dia mendapati tas berisi uang tabungan senilai Rp20 juta dan dua cincin emas yang diperkirakan seharga Rp5 juta raib digondol perempuan pelaku hipnotis tersebut.
Mujiem menduga pelaku menggasak uang dan perhiasan emasnya saat berpura-pura menumpang kamar mandi dan menunaikan Salat, pasalnya kala itu Mujiem masih dalam pengaruh pelaku.
"Saya menangis pas lihat uang tabungan sudah enggak ada. Memang saat kejadian itu saya lagi sendiri di rumah, anak saya belum pulang. Mungkin pelaku tahu kalau saya sendiri," lanjut Mujiem.
Atas kejadian dialami Mujiem berencana melaporkan kasus dialami ke SPKT Polsek Makasar, dengan harapan pelaku dapat diamankan dan uang tunai berikut perhiasan emasnya dapat kembali.
Barang bukti berupa rekaman CCTV saat Mujiem dibonceng menaiki sepeda motor pelaku, lalu ditinggalkan di tepi Jalan Jengki pun sudah didapat untuk memperkuat laporan.