TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Di jalur wisata yang menghubungkan Medan dengan Berastagi berdiri sebuah masjid yang tak biasa. Bangunannya unik karena dirancang menyerupai lafaz Allah, sehingga mudah dikenali oleh para pengendara yang melintas, Rabu (25/2/2026).
Masjid itu adalah Masjid Hajjah Endang Sutijah, yang terletak di Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara.
Selain menjadi tempat ibadah, masjid ini juga dikenal sebagai lokasi singgah favorit bagi wisatawan dan musafir yang melakukan perjalanan menuju kawasan wisata Berastagi.
Banyak pengendara memanfaatkan masjid tersebut untuk beristirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan di jalur pegunungan yang berkelok.
Dari kejauhan, bangunan masjid terlihat mencolok dengan desain arsitektur berbentuk lafaz Allah. Keunikan inilah yang membuat Masjid Hajj ah Endang Sutijah menjadi salah satu masjid ikonik di jalur wisata Medan–Berastagi.
Secara arsitektur, masjid ini memiliki konsep ruang terbuka dengan dinding berlubang serta penggunaan kaca transparan. Desain tersebut membuat bagian dalam masjid terasa terang dan sejuk karena sirkulasi udara yang baik.
Suasana yang nyaman membuat pengunjung tidak hanya datang untuk beribadah, tetapi juga untuk beristirahat. Luas halaman hijau dan sekeliling pepohonan membuat pengunjung nyaman, merasa tenang dan sejuk.
Masjid ini merupakan wakaf dari keluarga Hajjah Endang Sutijah dan mulai dibangun pada 2018 sebelum akhirnya selesai pada 2019. Area masjid berdiri di atas lahan sekitar satu hektare.
Pengurus masjid, Ilham Ramadhan, menjelaskan bahwa bangunan masjid dirancang langsung oleh keluarga pewakaf yang memiliki latar belakang arsitektur. Desain lafaz Allah sengaja dipilih agar masjid mudah dikenali sekaligus menjadi ikon religi di kawasan wisata Sibolangit.
Menurut Ilham masjid biasanya ramai dikunjungi saat akhir pekan dan hari libur. Selain menyediakan tempat ibadah, pengurus juga menyiapkan fasilitas tempat duduk serta area istirahat bagi para musafir.
"Karena ini daerah wisata, kami ingin masjid ini menjadi tempat singgah yang nyaman bagi pengunjung yang ingin beribadah maupun beristirahat," ujarnya.
Tidak hanya salat, pengunjung juga dapat memanfaatkan fasilitas membaca buku-buku Islam yang tersedia di masjid. Sebagian wisatawan bahkan memilih menghabiskan waktu dengan membaca Al-Qur’an sebelum melanjutkan perjalanan, atau sekadar duduk di kantinnya makan minum, di tempat yang disediakan
Salah seorang pengunjung, Adia mengaku sering singgah di masjid tersebut saat berwisata ke Berastagi. Menurutnya, suasana masjid yang bersih dan nyaman membuat pengunjung betah berlama-lama.
“Masjidnya unik, rapi dan nyaman. Selain ibadah juga bisa istirahat atau membaca,” katanya.
Kini, keberadaan Masjid Hajj ah Endang Sutijah tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat kegiatan keagamaan masyarakat sekitar. Kelompok pemuda Islam setempat secara rutin menggelar pengajian bersama warga setiap bulan.
Keunikan arsitektur dan lokasinya yang strategis menjadikan masjid berlafaz Allah ini sebagai salah satu simbol dakwah Islam di Kecamatan Sibolangit. Terlebih pada bulan Ramadan, jumlah pengunjung biasanya meningkat karena banyak musafir yang memanfaatkan masjid sebagai tempat singgah untuk beribadah.
Di tengah ramainya jalur wisata Medan–Berastagi, Masjid Hajjah Endang Sutijah menjadi pengingat bahwa perjalanan tidak hanya tentang tujuan, tetapi juga tentang kesempatan untuk berhenti sejenak, beristirahat, dan mendekatkan diri kepada Tuhan.
(Dyk/Tribun-Medan.com)