Satu Mahasiswa UNY Sempat Ditangkap Polda DIY, Kepalanya Terluka tapi Bukan karena Aparat
Joko Widiyarso February 25, 2026 07:14 PM

 

TRIBUNJOGJ

 

A.COM, SLEMAN - Mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) sempat ditangkap Polda DIY setelah kericuhan di Mapolda DIY, Selasa (24/2/2026) malam.

Staf Ahli Bidang Hukum UNY, Anang Priyanto mengatakan pihaknya mendapat telepon dari Rektor UNY pascapenangkapan mahasiswa dari Polda DIY.

“Jadi saya mendampingi Pak Rektor (UNY, Red), malam itu, sekitar jam 9-an sampai setengah 12-an. Kita ambil (dijemput), kita pulangkan ke kosnya,” katanya, Rabu (25/2/2026).

Pihaknya juga sudah menghubungi orang tua yang bersangkutan.   

Ia menyebut penangkapan mahasiswa tersebut lantaran mengikuti demonstrasi.

“Tetapi kalau anaknya (mahasiswa UNY yang ditangkap Polda DIY), bilang cuma nonton, lalu nggak sempat lari. Belum ada informasi tindakan apa yang dilakukan,” terangnya.

Kepala terluka, mendapat jahitan

Anang mengakui mahasiswanya terluka dan mendapat jahitan di kepala. 

Namun ia membantah mahasiswanya terluka karena dianiaya aparat kepolisian. 

“Tapi luka-lukanya si mahasiswa ini, dia cerita bukan polisi (yang melakukan penganiayaan, Red). Kalau Polda menyatakan kalau menangani demo tidak menggunakan gas air mata, tidak menggunakan kekerasan, lebih humanis,” ujarnya.

Setelah mendapat perawatan di rumah sakit, mahasiswa tersebut sudah bisa kembali beraktivitas.

Sementara itu, Perwakilan UNY Bergerak, G menyayangkan kericuhan di Mapolda DIY. 

Pihaknya juga sudah mengimbau agar berhati-hati ketika mengikuti aksi tersebut.

Ia menyebut mahasiswa yang sempat ditangkap Polda DIY merupakan mahasiswa Ilmu Komunikasi angkatan 2025. 

“Sebenarnya dari kasus Arie kita belajar untuk berhati-hati lagi menjaga teman-teman dari kampus. Kami khawatir juga dan kami menyayangkan aksi kemarin," katanya.

"Karena dari kami tidak tahu tuntutannya apa, belum siap teknis lapangan, dan organ-organ aksinya itu belum ada,” imbuhnya. 

Tiga mahasiswa dikembalikan

Sebelumnya, tiga mahasiswa yang sempat diamankan dalam aksi unjuk rasa di depan Mapolda DIY, pada Selasa (23/2/2026) malam dikembalikan kepada pihak rektorat.

Penyerahan ini dilakukan setelah pihak kepolisian berkoordinasi dengan pihak kampus, terkait keterlibatan mahasiswanya dalam aksi demonstrasi yang menuntut adanya perbaikan institusi Polri sekaligus mendoakan para korban kekerasan aparat. 

Kabidhumas Polda DIY Kombes Pol Ihsan mengatakan, dalam aksi unjuk rasa yang berlangsung dari petang hingga malam hari di Mapolda DIY, petugas mengamankan 3 mahasiswa.

Namun demikian, ketiga mahasiswa tersebut telah diserahkan kepada pihak rektorat pada Selasa (23/2/2026) malam sekira pukul 22.30 WIB. 

"Kami tekah menyerahkan kepada pihak rektorat yang sebelumnya telah kami hubungi, kami koordinasikan untuk menjemput mahasiswanya. Saat ini sudah pulang atau meninggalkan Mapolda," kata Ihsan. 

Terkait jalannya aksi, mantan Kapolres Bantul ini menyayangkan demontrasi yang berlangsung di depan Markas Polda DIY itu berakhir ricuh dan disertai pengrusakan pada pagar sisi timur.

Situasi akhirnya kondusif

Meski demikian, secara umum situasi dapat dikendalikan berkat sinergi antara petugas Kepolisian dengan masyarakat.

Ihsan menyampaikan apresiasi dan terimakasih kepada masyarakat DIY termasuk unsur jaga warga yang turut bersinergi bersama aparat kepolisian dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di DIY.

Ia mengapresiasi pola pendekatan kultur budaya Jawa dengan mengedepankan kearifan lokal.

Juga mengapresiasi kesabaran petugas untuk bertahan dan tetap persuasif dalam menghadapi massa yang disebut mulai bertindak anarkis. 

Terkait suara ledakan, kata Ihsan, informasi yang beredar suara tersebut bersumber dari tembakan gas air mata ataupun tembakan peringatan, ia menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar. 

"Kami tegaskan selama kegiatan pengamanan berlangsung, petugas kami tidak dilengkapi dengan senjata. Adapun suara yang terdengar merupakan suara petasan yang dibawa oleh massa aksi," kata Ihsan. 

Dalam kesempatan tersebut, Ihsan juga menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban atas peristiwa yang terjadi di Tual, Maluku, yang menjadi latar belakang dari aksi tersebut.

"Kami dari Polda DIY turut berbelasungkawa yang mendalam untuk keluarga korban terkait peristiwa yang terjadi di Tual, Maluku. Semoga almarhum diterima amal ibadahnya dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan," ujar dia.

Massa ungkapkan kekecewaan

Sebelumnya, massa aksi tersebut semula berdatangan ke Mapolda DIY sejak petang karena kecewa dengan kepolisian.

Mereka datang untuk melakukan aksi massa bentuk kekecewaan pada aparat. 

Massa aksi mengaku marah dan kecewa terhadap Polri atas peristiwa penganiayaan yang terjadi di Tual, Maluku yang menyebabkan seorang siswa meninggal dunia.

Aksi unjukrasa di depan Mapolda DIY itu sempat ricuh.

Massa merusak gerbang pintu sisi timur dan mencoret papan nama Polda DIY.

Selain itu massa juga sempat memblokade Ring Road Utara dengan menggunakan water barrier.

Setelah situasi sempat memanas, massa kemudian menggelar salat goib untuk mendoakan korban kekerasan aparat sekaligus mendoakan agar aparat yang berbuat dzalim mendapatkan balasan setimpal. 

Massa akhirnya berhasil dipukul mundur oleh warga di sekitar Mapolda yang meminta supaya segera membubarkan diri.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.