Momen Bupati Sujud di Hadapan Menteri, Mohon Akses ke Presiden, 'Kami Capek Miskin'
Noval Andriansyah February 25, 2026 08:19 PM

Tribunlampung.co.id, Nias Utara - Momen Bupati Nias Utara Amizaro Waruwu, tiba-tiba sujud di hadapan Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) minta akses ke Presiden Prabowo Subianto.

Dalam kesempatan itu pula, Bupati Amizaro, yang mewakili rekan-rekan kepala daerah dari daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar), mengaku, telah lelah menghadapi kemiskinan.

Momen sujud Bupati Amizaro tersebut terjadi saat ia memberikan sambutan dalam Rapat Koordinasi Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal di Kemendes PDT, Jakarta, Rabu (25/2/2026).

Dikutip Tribunlampung.co.id dari Tribun-Medan.com, dalam forum tersebut, Amizaro ditunjuk oleh kepala daerah lain sebagai koordinator 30 daerah tertinggal yang diumumkan Kemendes PDT.

Momen dirinya bersujud itu ketika Amizaro selesai memaparkan gambaran umum kondisi daerah tertinggal di Kabupaten Nias Utara, Provinsi Sumatera Utara.

Baca juga: Wanita Sujud Takut Dimassa, Gasak Amplop Milik 9 Korban Tewas Kecelakaan Kereta

Ia menyatakan, kondisi Nias Utara tidak jauh berbeda dengan sejumlah daerah di Tanah Papua yang juga masuk kategori daerah tertinggal.

“Sehingga terima kasih semuanya. Pak Menteri, Pak Gubernur, dan Bapak-Ibu semuanya, kami ini sudah capek miskin. Capek miskin kami,” kata Amizaro di depan Menteri Desa PDT Yandri Susanto, Wakil Menteri Desa PDT Ahmad Riza Patria, Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution, dan pejabat kementerian/lembaga lainnya.

Amizaro menyoroti ketimpangan pembangunan setelah 80 tahun Kemerdekaan Indonesia. 

“Kemerdekaan Indonesia 80 tahun, sesungguhnya tidak akan berbicara masalah listrik. Jengkol (daerah) kami ini masih berjuang bagaimana ada listrik,” ujar dia.

Capek Miskin

Di hadapan Menteri Desa PDT Yandri Susanto, Wakil Menteri Desa PDT Ahmad Riza Patria, Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution, dan pejabat kementerian/lembaga lainnya, Bupati Amizaro menyoroti ketimpangan pembangunan setelah 80 tahun kemerdekaan Indonesia.

 “Kalau jengkol kepala daerah yang ada di Jawa ini (berbicara) bagaimana pengembangan AI (Artificial Intelligence), mal, jalan tol, dan lain sebagainya, kami masih berbicara mengenai rumah tidak layak huni, masih berbicara mengenai listrik, internet. Inilah beda kami, Pak,”ujar dia.

Amizaro pun kembali menegaskan bahwa dia dan 29 kepala daerah lain yang wilayahnya masuk kategori daerah tertinggal telah lelah miskin.

Dia memohon kepada pemerintah pusat untuk memperhatikannya.

“Sehingga kami Pak, mohon. Ya. Kami sudah capek miskin. Kami mewakili kawan-kawan daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar)...,” ujar Amizaro, yang langsung sujud di samping podium.

Sebagai bupati, ia mengaku merasa tak berdaya di tengah keterbatasan yang dihadapi masyarakatnya.

“Sehingga di hari yang berbahagia ini saya mohonlah. Ya. Sesungguhnya kemerdekaan itu untuk kami daerah tertinggal di mana? Termasuk kami mohon akses kami kepada Bapak Presiden Republik Indonesia,” ujar dia.

Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Jenderal Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal Kementerian Desa PDT, Samsul Widodo, dalam Rapat Koordinasi Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal di Kemendes PDT, Jakarta, Rabu (25/2/2026).

“Masih terdapat 30 kabupaten daerah tertinggal. Jadi, 30 kabupaten daerah tertinggal ini tersebar di beberapa provinsi,” ungkap Samsul.

Di Sumatera Utara terdapat Kabupaten Nias Utara.

Di Nusa Tenggara Timur (NTT) terdapat tiga kabupaten, yakni Sumba Tengah, Sumba Barat Daya, dan Sabu Raijua.

Selebihnya berada di sejumlah provinsi di Papua, meliputi Papua Barat, Papua Barat Daya, Papua, Papua Selatan, Papua Pegunungan, dan Papua Tengah.

Samsul menuturkan, status ketertinggalan itu mengacu pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029 dan dihitung berdasarkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

Penilaian mencakup dimensi kesehatan, pendidikan, standar hidup layak, persentase penduduk miskin, serta Indeks Desa. 

Ia menjelaskan, Indeks Desa terdiri dari enam dimensi, yakni layanan dasar, sosial, ekonomi, lingkungan, aksesibilitas, serta tata kelola pemerintahan desa.

Profil Amizaro Waruwu

Nama Lengkap: Amizaro Waruwu, S.Pd., M.I.P.

Tanggal Lahir: 23 Maret 1976

Tempat Lahir: Fadoro, Nias Utara, Sumatera Utara

Agama: Kristen Protestan

Istri: Arismanwati Zendrato

Anak: 5 orang

Pendidikan:

SD Negeri 071143 Afulu

SMP Negeri Afulu

SMA Negeri 1 Lahewa

S1: IKIP Gunungsitoli, S.Pd

S2: Universitas Darma Agung

Partai Politik: Partai Amanat Nasional (PAN)

Jabatan: Ketua DPD PAN Kabupaten Nias Utara

Bupati Nias Utara:

- Periode 2021–2024

- Periode 2025–2030

Amizaro Waruwu dikenal sebagai anak petani sederhana yang meniti karier dengan kerja keras.

Sosoknya cukup berpengaruh di Nias Utara, dengan kiprah panjang dalam organisasi politik dan masyarakat.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.