Sibuknya Ibu-ibu di Ujungbarang Cilacap saat Ramadan: Produksi Kolang-kaling, Dijual Hingga Jabar
rika irawati February 25, 2026 10:07 PM

 

TRIBUNBANYUMAS.COM, CILACAP - Ibu-ibu di Desa Ujungbarang, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, terlihat sibuk selama Ramadan 2026.

Mereka mengupas biji pohon aren yang siap diolah sebagai kolang-kaling.

Ujungbarang dikenal sebagai daerah penghasil kolang-kaling dengan banyaknya pohon aren.

Setiap Ramadan, permintaan kolang-kaling di Ujungbarang meningkat.

Setelah dikupas, biji aren itu kemudian direbus di tungku kayu bakar berukuran besar.

Tak hanya di rumah-rumah, proses memasak kolang-kaling bahkan dilakukan langsung di tengah perkebunan aren.

Baca juga: Pemkab Cilacap Bidik 345 Ribu Wisatawan saat Libur Lebaran, Pengelola Wisata Diminta Mulai Berbenah

"Bahan baku kolang-kaling di Ujungbarang dan sekitarnya cukup banyak, jadi kami tidak kesulitan mendapatkan buah aren muda," kata Cipto (58), produsen kolang-kaling asal Ujungbarang kepada wartawan, dikutip dari Kompas.com, Rabu (25/2/2026). 

Menurut Cipto, produksi kolang-kaling diwariskan secara turun-temurun. 

Keahlian mengolah buah aren menjadi makanan yang biasa dipakai sebagai isian kolak itu diperoleh dari orangtua dan diteruskan hingga kini. 

Dipasarkan Hingga Cirebon

Risun, produsen lain mengatakan, produksi kolang-kaling selama Ramadan bisa mencapai hingga 5 ton. 

Namun, untuk Ramadan tahun ini, ia belum dapat memastikannya karena baru memasuki awal puasa. 

"Kebanyakan pelanggan dari daerah Brebes, Tegal, dan Cirebon," ujarnya. 

Para pelanggan biasanya akan menjual kembali kolang-kaling tersebut. 

Selain memasok kebutuhan luar kota, Risun juga memproduksi kolang-kaling untuk pasar lokal. 

Kolang-kaling produksinya dijual Rp15.000 per kilogram kepada pengecer.

Namun, untuk pembelian grosir, Risun memberi harga lebih murah. 

Baca juga: Produksi Kolang-kaling di Ujungbarang Cilacap Dimulai 10 Hari sebelum Ramadan, Tahan Hingga 2 Bulan

Kolang-kaling produksi Desa Ujungbarang memiliki tekstur kenyal dan cita rasa yang khas karena masih diolah secara tradisional. 

Kolang-kaling buatan Ujungbarang juga bisa ditemui di sejumlah pasar tradisional di Majenang dan sekitarnya. 

Kepala Pasar Majenang, Taswa mengatakan, kolang-kaling Desa Ujungbarang banyak dijual para pengecer. 

"Kolang-kaling dari Ujungbarang juga disediakan pedagang di sini."

"Kualitasnya cukup bagus sehingga banyak peminatnya," kata Taswa. (Kompas.com/Fadlan Mukhtar Zain)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.