Siapkan 3 Ton Cabai Rawit, Pemprov Jateng Bakal Gelar OP di 15 Kabupaten Kota Termasuk Banyumas
rika irawati February 25, 2026 10:07 PM

 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG — Pemerintah Jawa Tengah menggelontorkan 3 ton cabai rawit ke 15 kabupaten/kota untuk menekan harga.

Satu di antaranya, di wilayah Kabupaten Banyumas dimana harga cabai rawit telah mencapai Rp100 ribu per kilogram.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan (Dishanpan) Jawa Tengah Dyah Lukisari mengatakan, selama Ramadan ini, pihaknya akan menggencarkan distribusi beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) selama bulan Ramadan. 

"Menyikapi kenaikan harga cabai, khususnya cabai merah rawit pada Minggu kedua Februari, kami melakukan intervensi dengan menyalurkan cabai sebanyak 3 ton di 15 kabupaten/kota," ujar Dyah Lukisari, Rabu (25/2/2026). 

Baca juga: Harga Cabai Rawit di Banyumas Tembus Rp100 Ribu Per Kilogram, Pasokan dari Brebes Tak Lancar

Data Dishanpan Jateng, harga cabai rawit di pasaran telah menyentuh angka Rp85.000 per kilogram. 

Harga tersebut melonjak hingga 49 persen dari harga acuan pemerintah (HAP) yang ditetapkan sebesar Rp57.000 per kilogram. 

Itu sebabnya, Pemprov Jateng melakukan intervensi harga.

Sesuai instruksi Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Dishanpan akan melakukan operasi pasar. 

Penyaluran cabai rawit bersubsidi ini diharapkan dapat menjaga daya beli masyarakat dengan membanderol harga cabai sebesar Rp65.000 per kilogram. 

Selain di Banyumas, operasi pasar cabai rawit akan digelar di wilayah nonpenghasil, di antaranya Kota Semarang, Kota Salatiga, Kota Tegal, Kota Pekalongan, Kabupaten Demak, Rembang, Pati, Semarang, Klaten, Tegal, Karanganyar, Jepara, Brebes, dan Sukoharjo. 

"Untuk hal tersebut, kami menugaskan Perusda Jateng Agro Berdikari (JTAB), guna menyalurkan cabai rawit bersubsidi," imbuh Dyah. 

Stok Pangan Cukup

Sementara, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jawa Tengah, July Emmylia memastikan, stok pangan di Jateng sebenarnya tercukupi. 

Namun, peningkatan permintaan menjelang Ramadan memicu lonjakan harga di lapangan. 

Baca juga: Puasa Kurangi Pedas, Harga Cabai Rawit di Kebumen Rp 100 Ribu

Untuk pengawasan, Disperindag bekerja sama dengan Satgas Pangan Polda Jawa Tengah menelusuri penyebab kenaikan harga, termasuk mengecek indikasi penimbunan oleh spekulan. 

Sementara itu, Wakil Pimpinan Wilayah Bulog Jateng Gandi Prarista menuturkan, pihaknya telah melakukan dropping beras SPHP dan MinyakKita secara masif ke pasar-pasar tradisional. 

Ia mengeklaim, ketersediaan beras di Jawa Tengah aman hingga akhir tahun. 

"Beras SPHP kami distribusikan sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET), yaitu Rp12.500 per kg, dan MinyakKita di harga Rp12.700 per liter," kata Gandi. (Kompas.com/Titis Anis Fauziyah)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.