TRIBUNMANADO.CO.ID - Menjelang bulan suci Ramadhan, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara mengintensifkan operasi pasar lewat Gerakan Pangan Murah (GPM) di Kota Bitung, Rabu (25/02/2026).
Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus Komaling (YSK), turun langsung memimpin kegiatan tersebut guna memastikan harga kebutuhan pokok tetap stabil dan terjangkau bagi masyarakat.
Dalam peninjauan itu, Gubernur Yulius menegaskan bahwa operasi pasar menjadi instrumen penting pemerintah untuk mengendalikan harga sekaligus mencegah lonjakan inflasi menjelang hari besar keagamaan.
Baca juga: Gubernur YSK Buka Gerakan Pangan Murah di Bitung, 243 Ton Cadangan Pangan Disiapkan Jelang Lebaran
"Saya instruksikan petugas untuk aktif melakukan operasi pasar agar harga tetap terkendali. Jangan sampai ada persaingan tidak sehat antar pedagang yang justru merugikan masyarakat," tegasnya.
Ia menyebut, kehadiran Gerakan Pangan Murah bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk intervensi nyata pemerintah di lapangan. Melalui operasi pasar ini, berbagai komoditas strategis seperti beras, minyak goreng, gula pasir, hingga bahan pokok lainnya dijual di bawah harga rata-rata pasar.
Menurutnya, stabilitas harga menjadi kunci menjaga daya beli masyarakat, khususnya menjelang Ramadhan di mana permintaan cenderung meningkat.
"Inflasi harus kita jaga bersama. Semua pihak terkait harus bersinergi memantau kebutuhan dan harga di pasar," ujarnya.
Gubernur Yulius juga menekankan bahwa operasi pasar ini bertujuan meringankan beban ekonomi keluarga, terutama kelompok masyarakat berpenghasilan rendah yang paling terdampak fluktuasi harga pangan.
Pemprov Sulut, lanjut dia, akan terus melakukan pemantauan rutin dan menggelar operasi pasar di berbagai titik strategis lainnya guna memastikan distribusi dan ketersediaan bahan pokok tetap aman.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bitung, jajaran Pejabat Tinggi Pratama Pemprov Sulut, koordinator staf khusus serta para staf khusus Gubernur. (Ren)
-
WhatsApp Tribun Manado: Klik di Sini