Serang (ANTARA) - Polda Banten dan Polda Lampung melakukan sinkronisasi data dan strategi pengamanan untuk memastikan kelancaran arus mudik dan arus balik Lebaran 2026 di lintas Jawa-Sumatera.

Kapolda Lampung Irjen Pol Helfi Assegaf mengatakan rapat koordinasin lintas sektoral dilakukan untuk menyelaraskan data kapal, dermaga, jumlah penumpang, serta pola fluktuasi berdasarkan evaluasi 2024–2025.

“Kehadiran kami dalam rapat koordinasi lintas sektoral ini untuk melakukan sinkronisasi data dan langkah antisipasi menghadapi arus mudik dari Jawa ke Sumatera maupun sebaliknya,” katanya di Mapolda Banten, Kota Serang, Rabu.

Ia menambahkan, langkah preventif disiapkan guna mencegah penumpukan kendaraan, termasuk penerapan delaying system dan pemanfaatan lima rest area di Lampung.

“Lokalisasi kendaraan dari arah Palembang menuju Jakarta akan dilakukan apabila terjadi kepadatan,” ujarnya.

Selain aspek lalu lintas dan penyeberangan, pemerintah daerah memperkuat layanan dasar bagi pemudik.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Banten Deden Apriandhi menyatakan pihaknya menyiapkan posko kesehatan dan dukungan penerangan jalan di titik rawan.

“Pemerintah daerah akan bekerja sama dengan kabupaten dan kota untuk menyiapkan posko-posko kesehatan guna memfasilitasi para pemudik,” katanya.

Ia juga menegaskan dukungan perbaikan penerangan jalan di ruas provinsi maupun kabupaten/kota untuk meningkatkan keselamatan.

Sementara Kapolda Banten Irjen Pol Hengki menekankan pentingnya disiplin SOP dan komunikasi antarposko di Merak dan Bakauheni guna merespons cepat kondisi hijau, kuning, maupun merah.

“Dalam kondisi kuning, merah, maupun hijau, telah ada SOP sebagai acuan. Namun apabila terjadi kondisi mendesak, diskresi dapat dilakukan dengan tetap berkoordinasi,” katanya.

Melalui koordinasi lintas provinsi dan penguatan layanan, aparat berharap arus mudik dan balik 2026 dapat berlangsung aman, lancar, dan terkendali.