Ramadan Paling Pedih di Cisarua: Tak Ada Lagi Tarawih Bersama, Rumah Rata, Keluarga Kini Berpencar
Ravianto February 25, 2026 08:27 PM

TRIBUNJABAR.ID, CISARUA - Yati Rohayati (47) bersama dua temannya datang ke kantor Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB) sebagai perwakilan korban longsor untuk menerima bantuan telur dari EggMpire Token.

Dengan raut wajah yang tak sepenuhnya ceria, Yati bercerita bagaimana dirinya bisa selamat dari terjangan longsor pada Sabtu (24/1/2026) kepada donatur yang datang.

Sebulan kini berlalu, Yati bersama anak dan suaminya tinggal di sebuah kontrakan di desa yang sama.

Dia tak bisa kembali ke rumah yang telah hancur dan rata diterjang longsor.

"Alhamdulillah kondisinya saat ini mulai membaik, mulai bisa menerima keadaan, meskipun sekarang ngontrak rumah," kata Yati saat ditemui di lokasi.

Yati terlihat menahan tangis meski air matanya mulai menitik saat menceritakan bagaimana dia menjalani ramadan kali ini.

Baca juga: Basarnas Hentikan Pencarian Korban Longsor Cisarua Bandung Barat, 101 Kantong Jenazah Ditemukan

Yati mengaku tak bisa seceria ramadan tahun lalu.

Dia mengingat dengan jelas bagaimana rutinitas dan kebiasaan saat tiba bulan ramadan.

Biasanya, Yati dan saudaranya akan berangkat dan menjalankan ibadah tarawih bersama-sama di musala.

LONGSOR CISARUA - Pencarian korban longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Sabtu (7/2/2026). Tim berhasil menemukan lagi satu jenazah di sektor A3 pada hari ke-15 atau Sabtu 7 Februari 2026 pukul11.15 WIB.
LONGSOR CISARUA - Pencarian korban longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Sabtu (7/2/2026). Tim berhasil menemukan lagi satu jenazah di sektor A3 pada hari ke-15 atau Sabtu 7 Februari 2026 pukul11.15 WIB. (Kantor SAR Bandung)

"Kalau lagi ramadan kita pasti kumpul, ibadah bersama, terawih, kerasanya sekarang, jadi kita semua tidak kumpul, pas hari pertama tarawih lihat kanan kiri orang lain, suasananya berbeda, tapi sedikit demi sedikit menerima."

"Iya, ini puasa tidak di rumah sendiri, kan ada masjid musala, biasanya pada kumpul, sekarang berpencar, itu sedihnya, kalau kehilangan harta sih, masih bisa, ada rezeki, tapi kita tidak bisa kumpul sama keluarga, yang satu dimana," jelas sambil sesekali terisak.

Yati mengaku belum mendapatkan kepastian kapan penggantian rumah yang telah dijanjikan akan terealisasi. Selain ngontrak, Yati belum memiliki pekerjaan.

Dia bersyukur, masih banyak orang-orang baik yang terus menyalurkan bantuan hingga kebutuhan hidup mereka sehari-hari dapat terpenuhi.

"Pengennya segera, memang ada dari KDM buat ngontrak, tapi kan enak ga enak, rasanya enak di rumah sendiri, berharap segera dibangunkan."

"Alhamdulillah, kebutuhan untuk makan dan lain-lain terpenuhi, banyak yang bantu dari orang-orang bauk," tandasnya.

Di lokasi yang sama, perwakilan EggMpire Token, Julius Robinson mengatakan, selain 500 kilo gram telur bernutrisi tinggi, pihaknya juga membawa bantuan berupa 1.000 bibit pohon.

Dia berharap, bantuan yang diberikan dapat menyokong kehidupan korban hingga membantu penghijauan di Desa Pasirlangu.

"Kita berharap Pasirlangu cepat pulih, apalagi rekan kerja kami juga menjadi korban. Mudah-mudahan bisa membantu, khususnya untuk penghijauan kembali, ada 10 jenis pohon yang kami bawa, ke depan kami akan salurkan lagi," kata Julius.

Julius menegaskan, yayasan yang menaungi usahanya telah berkomitmen untuk berkontribusi terhadap kelestarian alam.

Dalam 100 kg telur yang terjual, maka 1 bibit pohon harus ditanam.

"Peternakan kami setiap 100 kg terjual 1 pohon, ini sudah kami lakukan bertahun-tahun," tandasnya.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.