Siswa-siswi SMPN 23 Kota Bekasi belajar pengelolaan sampah dari Bank Rakyat Indonesia (BRI). Mulai dari pemilahan sampah sampai mendaur ulang produk sampah.
Kegiatan bertajuk 'Yok Kita Gas' dari BRI Peduli itu digelar di pengelolaan sampah di Bank Sampah Cantik Resik, Kelurahan Jatikramat, Kota Bekasi, Jawa Barat dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional yang jatuh pada 21 Februari.
Selain siswa-siswi SMPN 23 Kota Bekasi, pengurus Bank Sampah Cantik Resik sampai warga Kelurahan Jatikramat juga dilibatkan.
Di Bank Sampah Cantik Resik, kegiatan sosialisasi pengelolaan sampah dilaksanakan melalui pemaparan materi tentang inovasi produk guna memperkenalkan berbagai inovasi pengelolaan sampah berkelanjutan yang diharapkan dapat diadaptasi dan dijalankan di Kelurahan Jatikramat, Kota Bekasi.
Dalam sesi edukasi pilah sampah, siswa-siswi dan masyarakat diberikan pemahaman tentang pengelolaan sampah yang baik. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pemilahan sampah, terutama sampah yang bersumber dari rumah tangga.
Mereka juga diajak untuk melakukan kampanye lingkungan melalui lomba inovasi produk. Melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya mendapatkan pemahaman teoritis, tetapi juga pengalaman nyata dalam menerapkan prinsip reduce, reuse, dan recycle.
"Pelaksanaan Program BRI Peduli 'Yok Kita Gas' di Bank Sampah Cantik Resik dalam rangka Hari Peduli Sampah Nasional merupakan bentuk nyata kepedulian BRI dalam membantu mengatasi permasalahan sampah dan menjaga keseimbangan lingkungan," kata Corporate Secretary BRI Dhanny.
'Yok Kita Gas' di Bank Sampah Cantik Resik berhasil mengumpulkan 95,7 kg sampah yang terdiri dari 8,18 kg sampah organik dan 87,52 kg sampah anorganik. Selain itu, kegiatan inovasi produk sampah juga menghasilkan empat produk olahan sampah anorganik dan satu produk olahan sampah organik.
Untuk mendukung pelaksanaan program BRI Peduli 'Yok Kita Gas' di Bank Sampah Cantik Resik, BRI Peduli memberikan bantuan berupa dua unit komposter yang diharapkan dapat membantu mengelola sampah rumah tangga menjadi pupuk padat maupun cair, sehingga dapat mengurangi limbah yang dibuang ke TPA. Selain itu, diberikan pula keranjang sampah anorganik dan peralatan lainnya.
Sejak digulirkan pada 2021, program BRI Peduli 'Yok Kita Gas' telah dilaksanakan di 117 lokasi di Indonesia yang tersebar di 45 bank sampah, 5 pasar tradisional, 44 kelurahan, 91 sekolah, 44 titik sungai, dan 25 titik penyebaran Collection Point Vending Machine.
Melalui program ini, BRI Peduli 'Yok Kita Gas' mengumpulkan dan menghasilkan:
- 519,98 juta kg sampah anorganik
- 779,74 juta kg sampah organik
- 1.003 liter pupuk organik cair
- 24.025 unit pupuk kompos
- 777 liter eco enzyme
- potensi reduksi emisi gas rumah kaca sebesar 2.366.226,88 kg CO2e
Program ini juga telah menyalurkan dan menghasilkan:
- 12 jenis pelatihan manajemen sampah
- 45 unit mesin pengolahan sampah
- 43 jenis peralatan penunjang bank sampah
- 44 unit kendaraan penunjang bank sampah
- 3 unit rumah maggot
- 249 unit tempat sampah
- 50 unit komposter
- 1.960 unit kantong pilah
- 5 inovasi produk pengelolaan sampah.
"Masyarakat di berbagai wilayah di Indonesia, terutama di wilayah padat pemukiman atau wilayah perkotaan, mendapatkan manfaat dari program ini, antara lain wawasan tentang kondisi pengelolaan sampah yang meningkatkan kesadaran terhadap lingkungan, serta keterampilan dalam memilah sampah dari rumah sehingga mampu mengatasi persoalan sampah rumah tangga," ujar Dhanny.







