BP3MI Baru Catat 2 Korban Job Scam Kamboja asal Jambi, 10 Masih Ditelusuri
Mareza Sutan AJ February 25, 2026 10:11 PM

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Kepala BP3MI Riau, Fanny Wahyu Kurniawan, menanggapi informasi mengenai belasan warga asal Jambi yang masih tertahan di Kamboja.

Ia menjelaskan bahwa hal tersebut menjadi kewenangan pihaknya karena Provinsi Jambi berada dalam wilayah koordinasi BP3MI Riau.

Menurut Fanny, pihaknya telah menerima laporan terkait warga Jambi yang viral dan meminta dipulangkan karena saat ini berada di penampungan (shelter).

Namun, data yang diterima baru mencatat dua WNI asal Jambi yang berada di penampungan di Kamboja.

Data tersebut diperoleh dari hasil koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jambi dan telah ditindaklanjuti melalui Dinas Ketenagakerjaan Provinsi Jambi.

Karena itu, BP3MI Riau masih berupaya menelusuri keberadaan 10 WNI asal Jambi lainnya.

“Jadi, kalau memang 12 ini ya, nanti coba kami cross check. Tapi untuk yang dua ini, saat ini memang berada di shelter,” katanya, saat dihubungi Tribun, Rabu (25/2).

Ia menyebutkan, saat ini terdapat sekitar 2.000 WNI di penampungan Kamboja, termasuk yang berasal dari Riau dan Jambi.

Fanny menambahkan, pihaknya telah mengirimkan surat melalui perwakilan KP2MI terkait kasus tersebut.

Dari informasi KBRI, para WNI di Kamboja masih menunggu giliran pemulangan.

“Teman-teman di Pemerintah Provinsi Jambi juga sudah kami koordinasi melalui Kepala Dinas Tenaga Kerja Provinsi Jambi, bahwasanya mereka sanggup untuk membiayai dua orang kepulangan ke daerah asal,” jelasnya.

“Hanya saja masih menunggu info dari perwakilan kapan untuk bisa dipulangkan karena harus menunggu akses permit-nya dulu baru nanti akan dibiayai oleh pemerintah daerah,” lanjutnya.

Ia menuturkan, BP3MI juga telah menyurati pemerintah pusat agar persoalan ini dapat diselesaikan secara bilateral melalui jalur birokrasi dan administrasi.

Upaya tersebut dilakukan agar para korban lowongan kerja (loker) scam di Kamboja dapat dipulangkan melalui proses penelusuran yang jelas.

Meski demikian, pihaknya masih menunggu exit permit karena seluruh korban masuk dalam antrean pemulangan.

Proses pemulangan tidak bisa dilakukan satu per satu untuk menghindari potensi kericuhan.

“Saat ini kan, dalam tahap untuk pendaftaran untuk dipulangkan secara penjadwalan dan oleh dari KBRI Kamboja atau Phnom Penh di sana,” ujarnya.

Pemerintah, lanjut Fanny, terus mengupayakan pemulangan para korban penipuan daring tersebut.

“Harap bersabar saja dan diharapkan ini tidak terulang. Pesan kami, korban online scam ini kan ada menjadi korban penipuan atau memang dia memang ingin sendiri untuk berangkat ke sana,” ucapnya.

“Saat ini pemerintah itu sangat-sangat melarang untuk bekerja scam ke Kamboja,” lanjutnya.

Ia menambahkan, BP3MI terus melakukan sosialisasi, penyuluhan, dan edukasi kepada masyarakat terkait bahaya bekerja secara ilegal di luar negeri.

“Jika ingin bekerja (keluar negeri), carilah pekerjaan yang mempunyai aturan ketenagakerjaan khususnya dengan persyaratan-persyaratan yang ditentukan oleh Undang-Undang Nomor 18 tahun 2017,” pungkasnya.

7 Dipulangkan Hari Ini

Pada Rabu (25/2/2026), sebanyak tujuh orang berhasil dipulangkan dari penampungan.

Sebelumnya, 35 orang telah lebih dulu kembali ke Indonesia, sehingga total yang dipulangkan sejak Senin mencapai 42 orang.

Mereka berasal dari Medan, Jakarta, Pontianak, Jawa Barat, Manado, dan Palembang.

“Situasi di sini udah agak berkurang padatnya, karena banyak yang berangsur pulang mandiri,” kata Andri Budi Sanjaya, satu di antara korban job scam asal Jambi yang masih berada di Kamboja.

Ia menjelaskan, korban yang pulang secara mandiri harus menanggung sendiri biaya perjalanan.

Andri juga menyampaikan bahwa sebanyak 43 korban dijadwalkan diberangkatkan kembali pada Kamis (26/2/2026), meski belum diketahui berasal dari daerah mana saja.

Sementara itu, ia menambahkan bahwa korban loker scam asal Tiongkok saat ini masih mengurus exit permit. Andri juga mengirimkan foto serta video yang memperlihatkan kondisi terbaru di lokasi penampungan.

(Tribunjambi.com/Syrillus Krisdianto)

 

Baca juga: Belum Ada Angka Pasti Kerugian Nasabah Bank Jambi akibat Peretasan Tempo Hari

Baca juga: Jadwal Imsakiyah Ramadan 1447 H Lengkap Provinsi Jambi 26 Februari 2026

Baca juga: 12 Warga Jambi Terkatung-katung di Kamboja, Disnaker: Masih Tunggu Konfirmasi

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.