Viral Menu MBG di Bulan Suci Ramadhan di Kota Jambi, Ada Jagung dan Telur
Tommy Kurniawan February 25, 2026 10:11 PM

TRIBUNJAMBI.COM – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan publik setelah menu yang dibagikan kepada siswa di wilayah Seberang Kota Jambi menuai perhatian luas, khususnya di momen bulan suci Ramadan 2026.

Perbincangan tersebut mencuat setelah beredar sebuah video di media sosial yang menampilkan paket makanan MBG yang diterima oleh para siswa di salah satu sekolah di kawasan tersebut.

Rekaman itu diunggah oleh akun Facebook bernama Hafizi Alatas dan kemudian viral di berbagai platform.

“Ini MBG, MBG salah satu di sekolah Sebrang Kota Jambi,” ujarnya di dalam video yang diunggah melalui akun Facebook miliknya.

Dalam video tersebut, terlihat menu MBG yang dibagikan kepada siswa terdiri dari satu buah jeruk, satu butir telur rebus, satu jagung rebus, serta enam butir kacang rebus.

Baca juga: Lowongan Kerja Hari Ini di Jambi Periode 2026, Ada Honda, Siloam hingga SPX

Baca juga: Sidang Korupsi DAK SMK di Jambi Alot, Terungkap Aliran Rp200 Juta dan Input Dana ke Rekening Tapera

“Ini jeruk satu, jagung satu, kacang rebus enam (biji) dan telur rebus satu. Jadi ada empat item, inilah MBG yang dibangga-banggakan, yang dilaksanakan oleh kontraktornya. Pak presiden, pak kapolds ini asli,” sebutnya.

Sementara itu, pengamat Nasroel Yasir turut memberikan tanggapan terkait pelaksanaan program MBG selama bulan Ramadhan.

Ia meminta Presiden Prabowo Subianto agar tidak memaksakan pelaksanaan program tersebut di tengah banyaknya keluhan dari masyarakat.

“Jangan dipaksakan lagi MBG, sudah banyak orang komplain,” katanya.

Menurut Nasroel, implementasi program MBG sejauh ini dinilai belum memberikan manfaat yang signifikan bagi masyarakat.

“Manfaatnya tidak ada. Saya melihat ini sudah tidak karu-karuan lagi, karena bulan puasa dipaksakan juga memberi MBG,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa apabila program MBG tetap dijalankan selama Ramadhan, seharusnya bantuan makanan diberikan dalam bentuk kering.

“Iya, seharusnya gitu. Tapi walaupun kering juga harganya dibawah pagu, dibawah standar,” jelasnya.

Lebih lanjut, Nasroel juga menilai Presiden Prabowo Subianto perlu melakukan pengecekan langsung terhadap implementasi program MBG di lapangan, bukan hanya menerima laporan dari pihak terkait.

“Seharusnya Presiden Prabowo melihat itu, jangan cuma laporan dari BGN saja. Cek kebawah. Masa Prabowo tidak melihat persoalan dibawah, sudah banyak yang menjerit kok,” sebutnya.

Ia bahkan meminta agar program tersebut dihentikan untuk sementara waktu guna menghindari munculnya persoalan baru di tingkat pelaksanaan.

“Sudah banyak yang menjerit. Menurut saya akhiri saja, dari pada semakin dalam. Cukuplah yang kemarin-kemarin, ini baru setahun lebih, belum masuk tahun berikutnya, tambah kacau nanti,” ungkapnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.