TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Muncul pemandangan menarik di balik dinamika harga pangan, khususnya komoditas cabai, di Kota Yogyakarta belakangan ini.
Meski mengusung semangat mengangkat produk lokal DIY, kenyataan di lapangan menunjukkan pedagang dan konsumen di Kota Pelajar justru lebih kepincut dengan cabai asal Magelang, Jawa Tengah.
Fenomema tersebut diakui langsung oleh Wali Kota Hasto Wardoyo, di sela agenda High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), di Balai Kota Yogyakarta, Rabu (25/2/26).
Ia pun mengaku heran saat mendapati laporan serapan cabai dari wilayah tetangga, yakni Kabupaten Kulon Progo, justru kalah saing dengan produk dari lereng gunung Merapi di Magelang.
"Saya sempat penasaran, lho kenapa tidak beli cabai dari Kulon Progo? Tidak bela-beli Kulon Progo, begitu? Kenapa kok cenderung membeli dari luar DIY," ujarnya.
Setelah ditelusuri, alasan utamanya ternyata bukan soal banderol semata, melainkan kualitas fisik produk cabai yang memiliki perbedaan cukup berarti.
Hasto mengungkapkan, cabai yang ditanam di dataran tinggi Magelang terbukti jauh lebih pedas dan memiliki daya simpan lebih lama dibandingkan cabai pesisir asal Kulon Progo.
"Itu yang tidak bisa kita mungkiri. Akhirnya, ya kita ngalah, istilahnya, kita akan memperkuat kerja sama dengan Magelang supaya pengendalian harga bisa terlaksana," imbuhnya.
Senada, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta, Sukidi, menjelaskan secara teknis mengapa cabai produksi Magelang lebih unggul di mata pedagang.
Menurutnya, faktor lingkungan tempat tumbuh sangat memengaruhi kualitas fisik sayuran, termasuk cabai, yang permintaannya di Kota Yogyakarta terbilang tinggi.
"Komoditas dari daerah pegunungan yang suhunya dingin itu kulitnya lebih tebal, dan kadar airnya lebih rendah. Itu yang membuat dia awet disimpan. Kalau dari pesisir, kadar airnya tinggi, jadi lebih cepat busuk, atau mengkerut," jelasnya.
Kondisi ini pula yang membuat para pedagang di pasar-pasar besar di Kota Yogyakarta lebih memilih menyetok cabai Magelang demi menghindari kerugian akibat barang yang cepat rusak.
Sementara, Kepala Dinas Perdagangan Kota Yogyakarta, Veronica Ambar Ismuwardani, memastikan, stok cabai di wilayahnya saat ini dalam kondisi aman, dengan tren penurunan harga signifikan.
"Hari ini kondisinya turun, untuk cabai rawit merah. Kalau di daerah lain mungkin masih di angka Rp100 ribu, di tempat kita sudah di angka Rp75 ribu per kilogram. Padahal, minggu lalu sempat menyentuh Rp94 ribu," terangnya.