Haru di Sukahurip Pamarican, Daldiri Warga Disabilitas Terima Bantuan Tunai dari Dedi Mulyadi
ferri amiril February 25, 2026 11:04 PM

 

Laporan Wartawan TribunPriangan.com, Ai Sani Nuraini

TRIBUNPRIANGAN.COM, CIAMIS – Suasana penyaluran bantuan dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi bagi warga terdampak banjir di Desa Sukahurip, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, diwarnai momen haru, Rabu (25/2/2026).

Daldiri Firdaus (59), seorang warga disabilitas, menjadi salah satu penerima bantuan yang langsung berdialog dengan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

Dengan kondisi fisik yang terbatas, Daldiri tetap tegar menjalani hidup bersama istri dan seorang anaknya yang masih duduk di bangku kelas IV SD. 

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, ia mengandalkan bantuan dari anak-anak asuh yang dulu pernah ia rawat.

Diketahui, Daldiri sempat menjadi pengasuh di salah satu panti asuhan. 

Baca juga: Ciamis Jadi Kabupaten Terbaik Nasional Tata Kelola Sampah

Anak-anak yang diasuhnya kini telah beranjak dewasa dan bekerja. 


Meski tak lagi tinggal bersama, mereka tetap menjalin hubungan baik dan membantu kebutuhan hidup Daldiri.

“Sehari-hari kebutuhan saya dipenuhi dari anak-anak. Anak asuh,” ujar Daldiri pelan saat ditanya soal sumber penghasilan.

Dalam dialognya, Dedi Mulyadi menanyakan berbagai hal secara langsung kepada Daldiri. 


Mulai dari kondisi keluarga, keberadaan istri, jumlah anak, hingga bagaimana ia menafkahi kebutuhan rumah tangga.

“Punya anak? Kelas berapa? Nafkahnya dari mana?” tanya Dedi dengan nada empati.

Percakapan berlangsung santai, namun sarat kepedulian. 

Daldiri menjelaskan bahwa dirinya kini hidup dari bantuan anak-anak asuhnya. 

Ia juga memiliki satu anak kandung yang masih sekolah dan menjadi tanggung jawabnya.

Gubernur pun berpesan agar bantuan yang diberikan dimanfaatkan dengan baik. 

Dedi Mulyadi memberikan sejumlah uang tunai secara pribadi dari dompetnya kepada Daldiri sebelum meninggalkan lokasi.

Tindakan spontan tersebut sontak mengundang perhatian warga sekitar. Bagi Daldiri, perhatian itu terasa sangat berarti.

“Terima kasih banyak, Pak. Mudah-mudahan berkah,” ucapnya penuh haru.

Kisah Daldiri menjadi gambaran bahwa di balik bencana banjir yang melanda Sukahurip, tersimpan cerita-cerita keteguhan dan solidaritas. 

Bantuan yang diterima bukan hanya soal nominal, tetapi juga bentuk perhatian dan kepedulian terhadap warga yang membutuhkan.(*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.