Porsi Makan Gratis di Tasikmalaya Mengkeret: Cuma Abon Plastik, Pisang dan Susu
Ravianto February 25, 2026 11:11 PM

TRIBUNJABAR.ID, TASIKMALAYA - Harapan orang tua murid akan asupan bergizi bagi anak-anak mereka melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG) justru berujung kekecewaan.

Di Kabupaten Tasikmalaya, porsi paket makanan yang dibagikan dinilai mengkeret dan jauh dari standar kecukupan gizi harian.

Kondisi memprihatinkan ini terjadi di Desa Sirnagalih, Kecamatan Cigalontang.

Paket yang seharusnya menopang energi siswa justru terlihat sangat minim.

Beredar foto menu yang hanya berisi satu buah pisang, sejumput abon yang dibungkus plastik klip, dan satu kotak susu putih.

Tak hanya di Cigalontang, fenomena porsi mengkeret ini juga ditemukan di Kecamatan Padakembang.

Baca juga: Pengangkatan SPPG Menjadi PPPK Belum Tepat, DPRD Tasikmalaya Singgung Keadilan Guru Honorer

Di sana, siswa SD hanya menerima menu berupa roti kemasan tanpa label, tiga butir kurma, dan empat butir telur puyuh.

"Kami menilai komposisi dan porsinya sudah mengkeret, belum memenuhi kecukupan gizi harian baik dari sisi energi maupun protein," keluh Agus, perwakilan sekolah dasar di Cigalontang, Rabu (25/2/2026).

Nilai Paket di Bawah Pagu Anggaran

ilustrasi menu mbg mini
PORSI MINI - Menu MBG untuk siswa SD di wilayah Kecamatan Padakembang Kabupaten Tasikmalaya jadi minimalis di bulan ramadan, Rabu 25 Februari 2026.

Dugaan porsi yang sengaja disusutkan ini semakin kuat setelah pihak pengelola dapur angkat bicara.

Kepala Dapur SPPG Cigalontang, Rafli Maulana, melalui perwakilannya berinisial RN, mengakui bahwa nilai menu yang dibagikan tersebut memang tidak menyentuh pagu anggaran yang telah ditetapkan.

"Kami mohon maaf, pemberian paket kering MBG memang kurang maksimal. Faktanya, menu tersebut memang tidak sampai pada pagu anggaran porsi kecil Rp8.000 dan porsi besar Rp10.000," aku RN.

Kondisi porsi yang mengkeret ini sangat disayangkan oleh orang tua siswa, mengingat asupan tersebut dibagikan di bulan Ramadan untuk menunjang aktivitas belajar anak-anak.

SPPG berjanji akan melakukan evaluasi menyeluruh agar porsi makanan tidak lagi "disunat" dan sesuai dengan standar kesehatan anak sekolah.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.